Bangun Karakter Nasionalme, SMP Negeri 1 Nanggulan Gotong Royong Bedah Rumah

Selasa, 3 September 2019 22:58:40 - Oleh : Dinas Dikpora Kab. Kulon Progo
 

 

SMP Negeri 1 Nanggulan berupaya melakukan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bagi peserta didik melalui beberapa kegiatan PPK, yaitu PPK religius, PPK nasionalisme, dan PPK Budaya Kemataraman. Salah satu program dari PPK nasionalisme adalah melaksanakan kegiatan gotong royong, baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Kegiatan gotong royong di luar lingkungan sekolah antara lain dilakukan dengan berpartisipasi dalam program bedah rumah yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan bedah rumah yang diikuti oleh SMP Negeri 1 Nanggulan kali ini adalah bedah rumah milik Bapak Walijo yang beralamat di Ngangin-Angin, Banyuroto, Nanggulan, Kulon Progo pada Minggu (1/9/2019)

Seluruh stakeholder hadir dalam acara bedah rumah tersebut, mulai dari Kepala Sekolah, Guru, Karyawan, serta peserta didik. Kegiatan diawali dengan ceremonial pemberian bantuan dari berbagai instansi terkait. Bantuan pertama berasal dari Bank BPD DIY sebesar sepuluh juta rupiah, bantuan kedua dari Baznas Kulon Progo sebesar lima juta rupiah, bantuan ketiga dari SMP Negeri 1 Girimulyo, dan bantuan keempat berasal dari SMP Negeri 1 Nanggulan.

Secara rinci bantuan yang diberikan oleh SMP Negeri 1 Nanggulan meliputi uang tunai sebesar satu juta rupiah, dua dos air mineral, dan sejumlah bahan sembako. Secara berturut-turut bantuan diserahkan kepada keluarga Bapak Walijo oleh Dra. Erni Etik Suyanti, S.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Nanggulan. Bantuan air mineral diserahkan oleh Adam Rafi Zulfadli, pengurus OSIS. Sedangkan, bantuan bahan sembako juga oleh pengurus OSIS yaitu Desta Raynara Yuniant.

Seusai kegiatan ceremonial penyerahan bantuan, kegiatan gotong royong bedah rumah pun dimulai. Kegiatan difokuskan pada pengangkutan tanah urug untuk meratakan bagian dasar bangunan atau fondasi. Pengangkutan tanah dilakukan secara berantai dengan menggunakan peralatan kerja berupa ember dan juga gerobag atau angkong. Seluruh peserta didik maupun Bapak/Ibu guru yang hadir pada kegiatan gotong royong bedah rumah berdiri berderet membentuk barisan untuk mengangkut tanah urug secara berantai. Dengan cara kerja seperti ini, mengangkut ember demi ember tanah urug tidak dirasakan sebagai beban yang berat sebab di antaranya diselingi dengan humor segar yang menggugah semangat bekerja.

Sebagian peserta didik laki-laki bahkan juga tak merasa lelah meskipun harus mengankut tanah urug dengan menggunakan gerobag atau angkong yang tentunya memuat volume tanah urug yang lebih banyak lagi.

Partisipasi dalam kegiatan gotong royong bedah rumah memberikan banyak hikmah, di antaranya menggerakkan semangat gotong royong, mengoordinasi peserta didik dalam membantu sesama, serta mewujudkan kesetaraan masyarakat. Dengan melaksanakan kegiatan bedah rumah berarti jumlah rumah warga yang dinilai kurang layak huni semakin hari semakin berkurang. Sumber dana tidak berasal dari APBD atau APBN melainkan dari zakat, infak, atau sumbangan dari instansi sekolah atau pun masyarakat luas dapat memupuk semangat bersedekah, menyisihkan sedikit dari yang kita miliki, dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) gotong royong semoga dapat membekali peserta didik dengan jiwa nasionalisme yang kuat untuk terjun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara pada masa yang akan datang. Dengan tumbuhnya semangat nasionalisme, kegotongroyongan, dan kepedulian yang tinggi maka akan melahirkan kekuatan besar untuk membangun Bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita luhur bangsa seperti yang tertuang dalam rumusan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

 Komentar Via Facebook