Hidup Besama untuk Mewujudkan Patriot yang Sopan dan Kesatria Melalui Perjusa

Senin, 9 September 2019 21:58:46 - Oleh : Dinas Dikpora Kab. Kulon Progo
 

 

Semangat, senang, sportif, antuasis, dan kebersaman yang tinggi itulah sikap yang ditunjukkan oleh para Pramuka Penggalang sebagai peserta Pekemahan Jumat Malam Sabtu (Perjusa). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Gugus Depan Gerakan (Gudep) Pramuka Sekolah Dasar di Desa Bumi-Ja (Bumirejo dan Jatirejo) diikuti oleh lima sekolah negeri. Tiga sekolah di Gugus Sekolah (GS) 1 Desa Bumirejo yaitu SD Negeri Cabean (SD Inti), SD Negeri Butuh (imbas), dan SD Negeri Carikan (imbas). Satu sekolah di GS 2 di Desa Bumirejo yaitu SD Negeri Patragaten (SD inti). Sedangkan SD Negeri Wanagiri berada di Desa Jatirejo, merupakan SD imbas di GS 1. Masing-masing sekolah mengirimkan satu regu Penggalang putra dan satu regu Penggalang putri dengan total 10 regu/tenda sejumlah 125 anak.

Perjusa ini dilaksanakan mulai Jumat, 6 September 2019 pukul 07.00 sampai dengan Sabtu, 7 September 2019 pukul 11.30. Tempat perkemahan berada di Lapangan Butuh yang berada di Dusun Degolan, Bumirejo, Lendah, Kulon Progo tepat berada di depan SD Negeri Carikan. Lokasi ini stragtegis dan aman, dekat dengan semua sekolah peserta Perjusa, didukung dengan MCK yang memadai.

Pelaksanaan Perjusa ditandai dengan penyerahan tenda kepada regu oleh Kakak R. Sugito Raharjo, S. Pd. SD. sebagai simbol untuk dimulainya “Mbangun  Desa” yaitu mendirikan tenda beserta kelengkapannya secara bersama-sama. Teriknya sinar matahari yang bersinar disela-sela ranting pohon jati tanpa daun dan alunan lagu-lagu kepramukaan memacu cucuran keringat menyemangati semua perserta, dibantu oleh kakak-kakak dari setiap pendamping regu.

Dalam pidato pembukaan ketua panitia Suharman, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa “Kegiatan perjusa bersama ini merupakan rintisan, karena baru pertama kali diadakan dengan tujuan untuk membentuk anggota Pramuka Penggalang yang memiliki karakter yang tertuang dalam Dasa Darma Pramuka yaitu terwujudnya patriot yang sopan dan kesatria. Salah satu darma ini sangat penting untuk diimplementasikan pada saat ini, dimana sikap sopan santun disemua lini yang semakin pudar tegerus oleh budaya asing serta arus informasi yang sangat deras, dan menurunnya sikap kesatria yang terdeteksi dari banyaknya kenakalan remaja juga mudah tersulutnya emosi saat berinteraksi dengan sesama.” Hal ini sesuai dengan tema yang diangkat yaitu Hidup Bersama Untuk Mewujudkan Patriot yang Sopan dan Kesatria.

Kategori penilaian kejuaraan ada lima, meliputi keunikan, kekompakan, kerjasama, kedisiplinan, dan keterampilan. Panitia memberikan hadiah yang menarik untuk setiap kategori penilaian. Kegiatan kebersamaan melalui lomba diwujudkan dalam keterampilan tali-temali, membuat dragbar, menyeberang sungai dengan POA, memasak nasi goreng, seni, dan jelajah alam. Materi keagamaan terdiri jamaah sholat Jumat, sholat 5 waktu, dan sholat tahajut. Kegiatan olahraga dilaksanakan Sabtu pagi untuk mengawali kegiatan di hari itu.

Pada malam pentas api unggun diisi dengan pementasan tari angguk, gerak dan lagu, guyon maton, klothekan, musik, dan jathilan. Sebagai penyemangat, setiap regu juga menampilkan yel-yel kebersamaan. Setiap peserta terlihat sudah cukup lama dan matang dalam menampilkan atraksi ini, karena penampilan mereka memukau penonton dari sesame peserta, masyarakat sekitar, dan para wali yang menjengukknya.

Juara memasak nasi goreng Penggalang putra regu Singa (SDN Butuh), regu Rajawali (SDN Wanagiri), regu Harimau (SDN Cabean). Penggalang putri regu Matahari (SD Butuh), regu Melati (SDN Wanagiri), dan regu Nusa Indah (SDN Patragaten). Penutupan Perjusa di tandai dengan penyerahan hadiah, pembongkaran tenda, dan pembersihan lingkungan. Pukul 11.00 semua peserta sayonara untuk kembali ke rumah masing-masing.

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

 Komentar Via Facebook