Indonesian Student Orienteering Competition (ISOC) 2019 Hasil Kerjasama UGM dan SMPN 4 Pengasih

Selasa, 17 September 2019 00:32:31 - Oleh : Dinas Dikpora Kab. Kulon Progo
 

Indonesian Student Orienteering Competition (ISOC) adalah jenis olahraga baru yang memanfaatkan alam lingkungan di daerah perbukitan yang membutuhkan perjuangan untuk mencapai kemenangan.  Indonesian Student Orienteering Competition (ISOC) ke-7 tahun 2019 diselenggarakan oleh keluarga mahasiswa departemen teknologi kebumian UGM merupakan agenda rutin tahunan.

Indonesian Student Orienteering Competition (ISOC) tahun 2019 di Kulon Progo dilaksanakan atas kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dengan  Sekolah Vokasi UGM  disambut baik untuk  pengenalan lingkungan alam perbukitan menoreh yang unik dilaksanakan   tanggal 7-8 september 2019. Dalam perlombaan ini dipilih SMPN 4 Pengasih sebagai pos finish yang ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerjasama saling menguntungkan sebagai pemenuhan tri dharma perguruan tinggi. Lomba ditutup oleh Sekretarus Dinas Eko Teguh Santosa, S.Pd. atas nama Bupati Kulon Progo pada hari Minggu 8 September 2019. Hadir juga Eko Suratman, S.IP. Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarpras SMP, Karen, ST, M.Si atas nama Dekan Sekolah Vokasi UGM, Titik Haryani, S.Pd, Wiyoto, S.Pd, Nurhadi, S.Pd selaku pengawas pembina, dan Kabul Kepala Desa Sidomulyo.

Sasaran kegiatan adalah pelajar tingkat SMA/SMK sederajat di seluruh Indonesia dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan diperkenalkan bagi siswa usia pelajar SMP. Rangkaian kegiatan meliputi, mode event yang meliputi cara penggunaan dan membaca peta orienteering, penggunaan orienteering-kit (kopas, dibber, sation control) dan teknis kompetisi, gathering sebagai forum dengan agenda mengakrabkan para peserta, kometisi dilaksanakan di perbukitan menoreh. Dalam kompetisi peserta diharuskan mengunjungi lokasi titik-titik kontrol di medan sebenarnya secara berurutan dengan waktu secepat mungkin. Format panjang lintasan berkisar 5-6 km untuk pria dan 4-5 km untuk wanita dengan interval waktu start 2 menit.  

Melalui kegiatan ini, SMPN 4 Pengasih mengambil peran sebagai ajang promosi dan sosialisasi program sekolah serta mengambil sisi positif dari pengalaman penyelenggaraan lomba serta aktif sebagai peserta lomba yang disajikan. Disamping belajar membaca potensi alami serta mengaplikasikan potensi tersebut sebagai modal sehingga meningkatkan nilai jual sekolah. Dalam kesempatan ini sekolah mempromosikan program unggulan, meliputi pendidikan karakter melalui 4K (keagamaan, kepramukaan, kemataraman, dan kegotong-royongan), pendidikan  berbasis lingkungan, musholla jantung sekolah, dan membumikan cinta lingkungan dan penanaman rasa syukur melalui program panen hujan.

Penampilan putra-putri SMPN 4 pengasih dengan 4 kreasi budaya tari, yaitu Tarian Senyum Indonesia, Tarian Seni Gedrug, Tarian Angguk, Tarian Seni Memanen Hujan. Tampil memukau hadirin

Dalam kesempatan itu Kepala SMPN 4 Pengasih, H. Ilyasin, S.Pd., M.Pd. menyampaikan sambutan mohon doa semoga sekolah bisa menghantarkan seluruh siswa 81 anak bangsa menjadi manusia Indonesia seutuhnya. Mohon dukungan dengan menceritakan pada khalayak bahwa sekolah kami siap dijadikan pilihan utama. Insyaallah, sekolah didukung warga kemaras  berpadu akan menghadirkan pesatren diatas tanah wakaf untuk SMPN 4 Pengasih di selatan  sekolah ini melengkapi fasilitas pendidikan karakter. Sekolah yakin, SMPN 4 Pengasih akan berangsur menjelma menjadi “the jewel school of KP”. Doa dan dukungan sangat diharapkan  warga SMPN 4 Pengasih.

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

 Komentar Via Facebook