Kulon Progo Membangun Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi

Sabtu, 28 September 2019 10:15:57 - Oleh : Dinas Dikpora Kab. Kulon Progo
 


Pendidik Kulon Progo Membangun Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi

Melalui Program PKP Berbasis Zonasi

 

Sistem zonasi tidak hanya untuk mengatur penerimaan siswa baru. Namun Kemendikbud menjadikan zonasi ini sebagai basis untuk pelatihan guru. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Supriano mengatakan, adanya perubahan skema pelatihan kompetensi guru. Dia mengatakan, model pelatihan guru sebelumnya ialah dilakukan di pusat. Namun mulai tahun ini, katanya, pelatihan guru akan dikaitkan dengan penguatan kompetensi pembelajaran menjadi pelatihan berbasis zonasi dengan melatih para guru inti menjadi fasilitator yang baik.

 

"Pelatihan guru ini akan berlangsung mulai dari sekolah dasar hingga menengah," katanya di sela Pembekalan Calon Guru Inti Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi. Supriano menjelaskan, program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) akan memaksimalkan peran guru inti, kepala sekolah, dan pengawas sekolah di kelompok kerja di zonanya masing-masing. Peningkatan kompetensi ini dinilai lebih berbiaya murah karena berbasis zonasi. Supriano berharap para guru inti yang telah dilatih dapat menjadi pelaku perubahan layanan pendidikan di zona masing-masing pada Tahun Ajaran 2019/2020.

 

Program PKP berbasis zonasi dikembangkan dengan mengikuti arah kebijakan Kemendikbud yang menekankan pembelajaran berorientasi Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS). Guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Guru profesional memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan prestasi peserta didik. Penelitian menunjukkan bahwa 30 persen prestasi peserta didik ditentukan oleh faktor guru. Di dalam upaya menjaga keprofesionalannya, guru senantiasa harus meng-update diri dengan melakukan berbagai pengembangan keprofesian berkelanjutan. Selama ini program pengembangan keprofesian berkelanjutan yang dikembangkan oleh Ditjen GTK didasarkan pada hasil Uji Kompetensi Guru, lebih memfokuskan pada peningkatan kompetensi guru, terutama dalam kompetensi pedagogi dan professional. Program PKP Berbasis Zonasi merupakan bagian dari program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

 

Manfaat Program PKP Berbasis Zonasi adalah sebagai berikut:


  1. Membiasakan siswa untuk berpikir tingkat tinggi sehingga dapat meningkatkan kompetensinya;
  2. Membiasakan guru untuk membuat pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga penilaiannya;
  3. Memberikan acuan kepada kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik;
  4. Memberikan acuan kepada pengawas sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik dan manajerial.


 

Mekanisme pengelolaan zona peningkatan kompetensi pembelajaran dilakukan melalui tahapan yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

 

  1. Menetapkan wilayah zona peningkatan kompetensi pembelajaran berdasarkan radius terdekat dengan sekolah yang akan dijadikan tempat kegiatan Program PKP Berbasis Zonasi yang berada di wilayah zonasi yang telah ditentukan.
  2. Melakukan analisis jumlah guru sesuai bidang tugas yang diampu di masingmasing zona.
  3. Menetapkan PKG, KKG, MGMP, dan MGBK berdasarkan jumlah keanggotaan pada rentang 10-20 orang per kelompok.
  4. Melakukan analisis kebutuhan guru inti untuk masing-masing zona.
  5. Melakukan analisis kebutuhan pelaksanaan pembekalan guru inti oleh masing-masing PPPPTK/LPPPTK-KPTK/LPPKSsesuai jumlah guru inti di masing-masing zona.

 

 

Di Kulon Progo, Program PKP Berbasis Zonasi dimulai hari ini Sabtu Legi tanggal 28 September 2019 diberbagai lokasi yang telah ditentukan, antara lain di TK ABA Bendungan, TK ABA Temon Kulon, TK PGRI Sentolo, TK ABA Dekso, TK ABA Brosot I, TK ABA Pandowan, TK Negeri Pembina Wates, SMPN 1 Nanggulan, SMPN 1 Wates, dan SMPN 1 Panjatan. Pada minggu-minggu berikutnya, kegiatan dilanjutkan di beberapa lokasi, antara lain: SDN Tanjungharjo, SDN 1 Karangsari, SDN Panjatan, SDN Palihan Lor, SDN Pagerharjo, SDN Selo, SDN Sembungan, SDN Prembulan, SDN Lebeng, SDN 3 Pengasih, dan SDN 1 Dekso. Materi paparan kebijakan dinas, yang disampaikan pada acara-acara di atas antara lain terkait dengan: Kulon Progo membangun Ideologi, Visi dan Misi Kulon Progo, Keterampilan Abad 21, Realisasi Implementasi PendekarKU, Grand Desain Kurikulum 2013, Program Literasi di Sekolah, Tatangan dalam Era Revolusi 4.0, Pendidikan 4.0, dan Rumah Belajar,

 

Mari kita tunggu rilis berita berikutnya…

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

 Komentar Via Facebook