Siswa SMPN 1 Kalibawang, Terapkan Pendidikan Karakter dalam Kegiatan Bedah Rumah di Dusun Beku

Kamis, 3 Oktober 2019 01:01:22 - Oleh : Dinas Dikpora Kab. Kulon Progo
 

 

Sekitar 85 siswa SMP Negeri 1 Kalibawang rela mengesampingkan hari santai mereka untuk ikut gotong royong membantu kegiatan bedah rumah milik Bapak Sutarno, yang terletak di Dusun Beku, Banjarharjo, Kalibawang pada Minggu (29/9/2019).

Kegiatan bedah rumah milik juru kunci makam Nyi Ageng Serang ini dibuka pukul 09.30 oleh Kepala Dusun Beku dengan menyampaikan laporan kegiatan bedah rumah. Masyarakat sekitar sangat antusias dalam menyukseskan acara kali ini. Mereka bahu membahu, ringankan tangan demi mengurangi beban saudara mereka yang membutuhkan bantuan.

Jajaran pemerintah, Perangkat Desa Banjarharjo, Perangkat Kecamatan Kalibawang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir juga Asek I Jumanto, S.H., Kabag Administrasi Kesra dan Kemasyarakatan Drs. Jazil Ambar Was’an, Baznas, Dinsos PPPA, Selo Adikarto, Polsek Kalibawang, dan Polisi Pamong Projo Kulon Progo. Kehadiran jajaran pemerintah daerah Kabupaten Kulon Progo ini membuktikan komitmen mereka untuk mensukseskan pembangunan dan pengentasan kemiskinan di wilayah Kulon Progo. Kegiatan yang dicanangkan oleh Hasto Wardoyo ini semoga tidak terhenti sampai di sini. Harapannya, semakin banyak warga yang tertolong dengan adanya program ini.

Keikutsertaan sekitar 85 siswa dan 10 guru karyawan pendamping dalam kegiatan bedah rumah ini merupakan kegiatan kedua di tahun ini. Keikutsertaan kegiatan bedah rumah pertama dilaksanakan Minggu, 20 Januari di rumah Bapak Purnawarman di Dusun Kanoman, Banjararum. “Kegiatan ini sudah menjadi program dan komitmen SMPN 1 Kalibawang dalam rangka pembentukan karakter dan budi pekerti”, tutur Waka Kesiswaan Parjiyana, S.Pd.

Dengan kegiatan ini, siswa belajar langsung tentang nilai-nilai luhur, seperti nilai kebersamaan, persatuan, rela berkorban, dan nilai sosial. Diharapkan, dalam diri anak timbul kesadaran bahwa mereka adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. Mereka tidak dapat “berdiri sendiri”. Kesadaran ini penting di era yang semakin mementingkan sifat individualis.

Pendidikan karakter memang sangat dibutuhkan bagi generasi muda penerus bangsa di abad 21 ini. Tantangan era revolusi industry 4.0 bagi mereka tidaklah mudah. Apabila tidak dibekali dengan nilai-nilai luhur, pendidikan agama, dan budi pekerti, mereka dapat terjebak oleh modernisasi yang terkadang melenakan dan menyesatkan. Dampak negatif globalisasi apabila tidak dikendalikan dapat menggerus nilai-nilai luhur bangsa ini.

Membangun peradaban sebuah bangsa harus dilakukan dengan membangun budi pekerti serta membangkitkan semangat kebersamaan. Inilah komitmen kami warga SMPN 1 Kalibawang. Semoga usaha kecil kami mendidik anak negeri dapat bermanfaat bagi kejayaan bangsa Indonesia.

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

 Komentar Via Facebook