PENTAS WAYANG OLEH DALANG CILIK DI SD KALISARI UPTD PAUD DAN DIKDAS KECAMATAN TEMON

Senin, 31 Juli 2017 13:23:17 - Oleh : UPTD PAUD DAN DIKDAS KECAMATAN TEMON
FOTO SUASANA PEGELARAN WAYANG KULIT DI DI SD N KALISARI UPTD PAUD DAN DIKDAS KECAMATAN TEMON  

Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo serta  PEPADI Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan  pentas wayang kulit dengan melibatkan dalang cilik (dalang usia anak sekolah). Pentas berlangsung pada hari Jumat, 28 Juli 2017 di halaman SD Kalisari, Kalidengen, Temon, Kabupaten Kulon Progo.

Pentas wayang kulit dengan lakon “ Jabang Tetuko” ditandai dengan penyerahan “ gunungan” oleh Kepala Sekolah SD N Kalisari Ariyanti, S.Pd kepada dalang cilik Helmi Maulana Adi ( Siswa kelas V SD IT Ibnu Mas’ud Wates) . Acara pentas wayang kulit   disaksikan oleh Kepala UPTD PAUD dan Dikdas Kecamatan Temon Dra. Siti Mangunah, unsur dari Polsek Kecamatan Temon, Kepala Desa Kalidengen, Ketua Komite SDN Kalisari, guru, wali murid dan juga siswa siswi SDN Kalisari. Antusiasime anak-anak terlihat dengan banyaknya anak sekolah yang menyaksikan dari jarak dekat aksi dalang cilik tersebut. Setelah selesai pentas dengan dalang anak usia sekolah, dilanjutkan dengan dalang dewasa.

Kepala UPTD PAUD dan Dikdas Kecamatan Temon menyambut baik kegiatan pentas wayang kulit yang melibatkan dalang cilik tersebut karena dapat digunakan sebagai sarana untuk membina, memberdayakan anak dan remaja di tataran usia sekolah untuk mengenal dan melestarikan seni pewayangan sebagai bentuk pembelajaran melalui media wayang.

Dalam sambutannya pada acara pembukaan, Kepala SD N Kalisari Ariyanti, S.Pd menyatakan bahwa banyak manfaat yang dapat dipetik dari kegiatan pentas wayang kulit di lokasi sekolah (Wayang Masuk Sekolah) diantaranya:

1.       Membantu sekolah pada pembelajaran muatan lokal dimana siswa siswi dapat mengetahui bahwa bangsa Indonesia memiliki  banyak kesenian budaya daerah yang salah satunya adalah seni pewayangan yang perlu dilestarikan sehingga harus dikenalkan sejak kecil.

2.       Siswa-siswi dapat menyaksikan dan mengenal secara langsung peralatan yang mendukung dalam pementasan wayang ( jenis-jenis gamelan beserta cara memainkannya dan  jenis-jenis wayang) yang selama ini hanya dikenal siswa melalui gambar.

 

3.       Siswa siswi diharapkan dapat menghargai dan mencintai budaya bangsa  sendiri dibanding budaya asing.

« Kembali | Kirim | Versi cetak

 Komentar Via Facebook