SPM Award dan Launching Buku Penguatan Pendidikan Karakter

Minggu, 21 Januari 2018 12:41:12 - Oleh : Dinas Dikpora Kab. Kulon Progo
 

Puji syukur dipanjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas izin dan kehendak-Nya pada hari Jumat tanggal 19 Januari 2018 bertempat di Gedung Sadewa telah dilaksanakan Penyerahan Piagam Penghargaan kepada Dunia Usaha Dunia Industri dalam Pemenuhan SPM Dikdas dan Launching Buku dan CD Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kulon Progo, dr. H. Hasto Wardoyo, Sp. OG(K), Perwakilan DPRD, BKAD, Kemenag, Ketua Dewan Pendidikan, DUDI Penerima Penghargaan, dan Kepala TK/RA/SD/MI/SMP/MTs, serta Jajaran Dinas Dikpora yang seluruhnya berjumlah 270 orang.

Standar pelayanan minimal pendidikan dasar selanjutnya disebut SPM pendidikan adalah tolok ukur kinerja pelayanan pendidikan dasar melalui jalur pendidikan formal yang diselenggarakan daerah kabupaten/kota, khususnya pada SD/MI dan SMP/MTs. Perkembangan SPM Dikdas di Kulon Progo mengalami peningkatan, antara lain dengan bertambahnya Capaian SPM 100% yang sebelumnya (Tahun 2016) sejumlah 56 SD/MI dan 1 SMP/MTs menjadi 131 SD/MI dan 6 SMP/MTs. Hal itu dimulai dari Peningkatan Kapasitas kepada pengawas sekolah, kepala sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan SD/MI dan SMP/MTs yang menjadi modal utama dalam rangka upaya pemenuhan SPM Dikdas. Tanpa pengetahuan dalam mencari/mengidentifikasi permasalahan dan solusinya, tentu SPM yang kita miliki tidak akan meningkat.

Peran Komite Sekolah, Masyarakat, maupun Dunia Usaha-Dunia Industri juga sangatlah baik. Dibuktikan bahwa pada hari ini kita bisa menghadirkan 3 pihak dari Dunia Usaha-Dunia Industri (mohon untuk berdiri), yakni PT. Selo Adi Karto di Nanggulan, PT. Sunchang di Wates dan Gapensi Cabang Kabupaten Kulon Progo. Atas dukungannya tersebut, capaian SPM Dikdas meningkat. Semoga dapat menjadi contoh yang baik bagi pihak-pihak lain, semoga pelayanan pendidikan pun semakin lebih baik. Ke depan standar pelayanan pendidikan pun akan dilengkapi pada pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pendidikan kesetaraan. Hal ini dapat kita baca pada Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal. Kita semua masih menunggu petunjuk teknis dari Kemendikbud.

Di Kulon Progo tercinta ini, kita syukuri bahwa sejak tahun 2015 telah konsen pada peningkatan mutu pendidikan, tentu mendasar pada pendidikan yang luhur, sesuai adat dan budaya kita, yakni khususnya pada pengembangan pendidikan karakter. Mendasar pada Perda Nomor 18 Tahun 2015 dan Perbup Nomor 65 Tahun 2017, pendidikan karakter telah dilakukan sosialisasi. Dan pada hari ini kita telah sekilas tentang bagaimana menumbuhkan karakter masuk sekolah dan pulang sekolah. Hal ini tentu meningkatkan motivasi bahwa pendidikan karakter tidak hanya tugas orang tua di rumah, tugas masyarakat di kampung-kampung, bukan pula tugas guru di sekolah, namun itu adalah tugas kita semua. Ketika anak-anak kita memiliki dasar agama yang kuat, santun kepada siapapun, mengerti budaya jawa, canggih akan teknologi, tentu menjadi cita-cita kita semua (ini adalah inspirasi beliau Bapak Bupati kita, Bapak dr. H. Hasto Wardoyo, Sp. OG(K)).

Pendidikan karakter yang kita miliki saat ini merupakan aset besar, yang tentu dapat merubah segala hal yang berkaitan dengan sendi kehidupan. Kita akan lebih sering mendengar anak-anak kita mengaji, pergi ke gereja, memiliki hobi gotong royong, maupun bertingkah laku sesuai dengan adat dan budaya jawa. Untuk itu pendidikan karakter merupakan pendidikan yang bertujuan membentuk peserta didik yang memiliki  jiwa kebangsaan yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang dijiwai Pancasila, iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

« Kembali | Kirim | Versi cetak

 Komentar Via Facebook