Implementasi PPK Di Sekolah Inklusi

Selasa, 6 Maret 2018 09:18:37 - Oleh : Dinas Dikpora Kab. Kulon Progo
 

Pendidikan karakter merupakan program pemerintah yang kini sedang digalakkan di lingkungan pendidikan. SMP Negeri 1 Sentolo merupakan sekolah penyelenggara pendidikan inklusif yang turut serta menyukseskan program pendidikan karakter pemerintah tersebut. Sekolah yang terletak di Jalan Wates Km 18 ini berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi masyarakat. Letaknya yang strategis dan mudah diakses membuat sekolah ini banyak dijadikan tujuan orang tua untuk menitipkan pendidikan anak-anaknya di sini. 

Berkaitan dengan hal tersebut, SMP Negeri 1 Sentolo memegang tanggung jawab yang besar terhadap kepercayaan masyarakat. Sehingga, bentuk nyata implementasi pendidikan karakter merupakan salah satu cara menjaga kepercayaan masyarakat tersebut. Pendidikan karakter menjadi sesuatu yang penting dilaksanakan untuk membentuk karakter siswa. Sekolah tidak hanya dituntut untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang intelektual akan tetapi juga humanis.

Implementasi pendidikan karakter di SMP Negeri 1 Sentolo dapat dilihat melalui pelaksanaan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Program PPK diharapkan dapat membentuk karakter siswa. Siswa diharapkan tidak sekedar pintar dalam bidang akademis, akan tetapi juga peka terhadap lingkungannya. Program PPK yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sentolo meliputi program PPK Pagi dan sore, PPK Keagamaan, Kepramukaan, dan Gotong-royong.

Kegiatan PPK pagi dilakukan sebelum memulai kegiatan pembelajaran. Prosedur pelaksanaan kegiatan PPK pagi ini diawali dengan berbaris sebelum masuk kelas. Guru menyalami satu persatu siswa yang memasuki kelas, sambil memperhatikan kondisi siswa.  Setelah berada di dalam kelas, siswa dan guru memberikan hormat kepada bendera lalu menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, salah satu siswa memimpin berdoa dan memberikan salam kepada guru. Serangkaian kegiatan ini sudah biasa dilakukan oleh siswa di SMP Negeri 1 Sentolo. Kegiatan ini bermaksud untuk menanamkan cinta tanah air kepada siswa. Selain itu, siswa diajarkan untuk disiplin dengan adanya kegiatan berbaris sebelum memasuki kelas. Kegiatan di akhir pembelajaran juga dilakukan dengan menyanyikan laku-lagu wajib. Hal ini juga dimaksudkan untuk menanamkan cinta tanah air kepada para siswa.

Selain kegiatan PPK pagi dan sore, kegiatan keagamaan juga dilakukan untuk menyukseskan program pendidikan karakter. Kegiatan keagamaan dilakukan pada hari Selasa dan Jumat setiap minggunya. Bagi siswa yang beragama Islam, kegiatan keagamaan yang dilakukan adalah belajar baca dan tulis Al-Qu’ran. Sekolah bekerjasama dengan beberapa takmir masjid setempat untuk mendatangkan pendamping yang berkompeten di dalam bidangnya. Kelas belajar baca dan tulis Al-Quran ini dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu Iqra, baca Quran, dan Tahfidz. Khusus untuk kelas Tahfidz, setiap hari Senin, Selasa, dan Rabu pagi, diadakan program setor hafalan. Hal ini dimaksudkan agar siswa yang masuk ke dalam kelas Tahfidz dapat mencapai target menghafal juz 30.

Bagi siswa yang beragama Katolik dan Kristen, sekolah berjasama dengan gereja terdekat untuk mendatangkan pendamping kegiatan kerohanian. Bimbingan kerohanian ini juga dilakukan pada hari Selasa dan Jumat. Kegiatan PPK ini didukung dana dari APBD Kulon Progo berupa PBP (Pembiayaan Bantuan Pendidikan).

Kegiatan kepramukana juga menjadi salah satu program ekstrakurikuler wajib di SMP Negeri 1 Sentolo. Kegiatan pramuka pada hari jumat diikuti oleh siswa kelas 7, sedangkan hari selasa diikuti oleh siswa kelas 8.  Kegiatan meliputi kegiatan tali temali, permaian, dan kerja kelompok. Dalam kegiatan pramuka, siswa dilatih untuk dapat bekerja sama dengan kelompoknya.

Terakhir, kegiatan yang juga dilakukan untuk mendukung program pendididikan karakter adalah kegiatan gotong royong. Kegiatan gotong royong dilaksanakan rutin pada setiap hari jumat pagi. Kegiatan gotong royong ini dilakukan dengan cara melibatkan siswa dalam menjaga kebersihan lingkungannya, baik dalam lingkungan sekolah maupun lingkungan di luar sekolah. Oleh karena itu, setiap satu bulan sekali siswa diajak untuk bergotong royong membersihkan lingkungan di luar sekolah, mulai dari membersihkan lingkungan pasar Sentolo lama, masjid, dan gereja  yang ada di sekitar sekolah.

Semua kegiatan yang telah diuraikan di atas merupakan upaya SMP Negeri 1 Sentolo sebagai sekolah penyelenggara inklusif, mengimplementasikan pendidikan karakter pada siswanya. Diharapkan siswa lulusan dari SMP Negeri 1 Sentolo dapat unggul dalam akademik serta memiliki karakter yang baik.

« Kembali | Kirim | Versi cetak

 Komentar Via Facebook