Ajarkan Hidup Kongkrit di Masyarakat, SMP Negeri 2 Kokap Bantu Bedah Rumah

Senin, 8 April 2019 18:07:29 - Oleh : Dinas Dikpora Kab. Kulon Progo
 

 

Sebanyak 53 siswa putra kelas VII SMP Negeri 2 Kokap ikut membantu pelaksanaan bedah rumah di Dusun Teganing II, Hargotirto, Kokap pada Minggu, 7 April 2019. Keikutsertaan para siswa didampingi Kepala SMP Negeri 2 Kokap Munawir M.Pd. dan sejumlah guru serta  karyawan.

Gotong-royong bedah rumah dilaksanakan di rumah Bapak Sholikhin yang berlamat di Dusun Teganing II, Hargotirto, Kokap, Kulon Progo, tiga kilometer arah selatan dari tempat wisata alam Gunung Gajah. Selain itu, dilakukan penyerahan bantuan dana bedah rumah kepada Bapak Jemakir, Teganing III.

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala BPBD Kulon Progo, Drs. Aryadi. Selain itu, hadir pula dari Kesra, Dinas Sosial, Baznas Kulon Progo, BKAD, Forkompinda, Bank BPD DIY Cabang Wates, Camat Kokap serta unsur Muspika, Kepala Desa Hargotirto, Puskesmas II Kokap serta lembaga-lembaga kepemudaan seperti Karang Taruna Hargotirto. Setelah menyerahkan bantuan, dalam sambutannya Kepala BPBD Kulon Progo sangat mengapresiasi kepada warga yang membantu pelaksanaan bedah rumah. Gotong royong yang dilaksanakan warga merupakan pengamalan pancasila bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama Kepala BPBD Kulon Progo juga mengapresiasi keikutsertaan siswa, guru, karyawan SMP Negeri 2 Kokap dalam kegiatan bedah rumah sebagi wujud dari penguatan pendidikan karakter. Anak-anak harus dikenalkan secara langsung pada kegiatan gotong royong sehingga akan menjadi pengalaman kokrit hidup di tengah masyarakat. Pendidikan karakter terus selalu dibiasakan kepada anak-anak tidak hanya di sekolah tetapi juga di masyarakat.

Kepala SMP Negeri 2 Kokap secara terpisah menyampaikan bahwa para siswa sudah sering dilibatkan pada kegiatan yang sama di beberapa tempat di wilayah Hargotirto dan sekitarnya. Sekolah mengirimkan anak-anak dengan rombel yang berbeda-beda setiap tempat agar semua siswa bisa merasakan keterlibatannya pada kegiatan gotong royong di masyarakat.

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

 Komentar Via Facebook