Wujudkan Peserta Didik Berkarakter, SMP Negeri 3 Samigaluh Gelar Kemah Wisata Edukasi

Selasa, 9 April 2019 16:54:01 - Oleh : Dinas Dikpora Kab. Kulon Progo
 

 

Gugus Depan 12.01.12.063/064 SMP Negeri 3 Samigaluh mengadakan kegiatan Perkemahan Pramuka Penggalang di Lemcadika, Ambarbinangun, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul pada Jum’at-Minggu (5-7/4/2019). Perkemahan ini diikuti oleh peserta didik kelas VII dan VIII dan didampingi oleh pembina dan pembantu pembina pramuka. Jumlah peserta seluruhnya 90 orang terdiri dari peserta didik kelas VII dan VIII sebanyak 72 siswa, pembina dan pembantu pembina 11 orang, serta panitia 7 orang.

Berangkat dari SMP Negeri 3 Samigaluh pukul 08.00 WIB pada Jum’at, 5 April 2019 dan kembali ke sekolah pada Minggu, 7 April 2019 pukul 15.00 WIB. “Kalian adalah anak-anak, generasi muda, penerus bangsa, kalian adalah Pramuka (Praja Muda Karana) artinya “jiwa muda yang suka berkarya”, tunjukkan bahwa anak-anakku adalah yang anak yang memiliki berkepribadian, berkarakter, dan berprestasi, tunjukkan pribadi kalian yang bisa mandiri, kerja sama/gotong-royong, religius, integritas, nasionalisme”, kata Sigit Slamet Raharta, S.Pd., Kepala SMP Negeri 3 Samigaluh dalam pengarahannya sebelum berangkat kemah.

Bapak Agus Riyanto selaku Waka Kesiswaan sekaligus Ketua Panitia telah merancang kegiatan perkemahan pramuka penggalang dengan tema 3B (Berbakti, Berbagi, Berapresiasi) dengan subtema “mandiri dalam kebersamaan, bersatu dalam keragaman, dan ceria dalam kesungguhan” dengan jadwal kegiatan yaitu permainan edukasi, seperti egrang, halang rintang, gladhi kawruh, permainan ketangkasan, mencari jejak, renungan malam, geguritan, lomba yel-yel, karnaval dan sebagainya. Sedangkan wisata edukasi adalah hiking dari lokasi kemah menuju objek wisata di Yogyakarta yaitu di Titik Nol Malioboro, Taman Pintar dan Kraton Yogyakarta. Dan pulang ke lokasi kemah dengan naik bus kota. Sungguh pengalaman yang mengesankan bagi peserta didik.

“Wisata Edukasi ini bertujuan agar peserta didik dapat mengenal lokasi sejarah yang ada di Yogyakarta. “Lokasi sejarah ini penting diperkenalkan kepada peserta didik mengingat kami hidup dan berada di lereng Pegunungan Menoreh yang agak jauh dari perkotaan”, ujar Bapak Agus Riyanto kepada peserta didik dalam pengarahnnya.

Juga diperkenalkan pula tempat bersejarah di dekat lokasi kemah kami yaitu Pondok Pemuda Ambarbinangun yang merupakan benda bersejarah peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwana VI. Pengenalan sejarah dan budaya sangat penting agar peserta didik memiliki kebanggaan terhadap nenek moyang dengan produk budaya yang adiluhung yang pada akhirnya memberikan semangat kepada peserta didik untuk bisa berprestasi, berkarakter, dan berkompetisi di zaman yang mendunia ini. Peserta didik merasakan pengalaman baru dan bermakna yang diharapkan bermanfaat dalam kehidupannya kelak.

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

 Komentar Via Facebook