Revitalisasi Tugas Komite Sekolah

Rabu, 14 Juni 2017 02:17:36 - Oleh : Dinas DIKPORA Kabupaten Kulon Progo
 

REVITALISASI TUGAS KOMITE SEKOLAH

 

Dalam rangka untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan, perlu dilakukan revitalisasi tugas komite sekolah berdasarkan prinsip gotong royong, hal ini selaras dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, antara lain:

1.    Revitalisasi tugas Komite Sekolah berdasarkan prinsip gotong royong, sehingga Komite Sekolah dapat menjalankan fungsinya secara demokratis, mandiri, profesional dan akuntabel. Komite Sekolah diharapkan mampu menjalankan tugas untuk memberikan pertimbangan dalam penentuan pelaksanaan kebijakan pendidikan, menggalang dana dan sumber daya pendidikan lainnya dari masyarakat, maupun pemangku kepentingan lainnya melalui upaya kreatif dan inovatif, mengawasi pelayanan pendidikan di sekolah dan menindaklanjuti keluhan, saran, kritik dan aspirasi dari peserta didik, orang tua/wali dan masyarakat, serta hasil pengamatan Komite Sekolah atas kinerja sekolah.

2.    Sesuai dengan Permendikbud di atas, anggota Komite Sekolah tidak dapat berasal dari unsur:

a.    Pendidik dan tenaga kependidikan dari sekolah yang bersangkutan.

b.    Penyelenggara sekolah yang bersangkutan.

c.    Pemerintah desa.

d.    Forum koordinasi pimpinan kecamatan.

e.    Forum koordinasi pimpinan daerah.

f.     Anggota DPRD, dan/atau

g.    Pejabat pemerintah/pemerintah daerah yang membidangi pendidikan.

 

Sehubungan hal tersebut di atas, kepada Kepala TK, SD dan SMP se-Kabupaten Kulon Progo agar segera untuk melakukan Revitalisasi Tugas Komite Sekolah dan Kepengurusannya pada Tahun pelajaran 2017/2018, dengan ketentuan sebagai berikut:

1.  Berkoordinasi dengan Kepala UPTD PAUD dan DIKDAS Kecamatan sesuai wilayahnya.

2.  Berkoordinasi dengan Pengurus Komite yang ada dan Tokoh Masyarakat di lingkungan sekitarnya.

3.  Melakukan fasilitasi pembentukan Kepengurusan Komite Sekolah dengan ketentuan:

a.   Pada Jenjang TK, anggota komite sekolah terdiri dari 7 orang, dengan rincian 3 orang dari unsur perwakilan orang tua/wali dari siswa yang masih aktif, 2 orang dari unsur tokoh masyarakat dan 2 orang dari unsur pakar pendidikan.

b.   Pada Jenjang SD, anggota komite sekolah terdiri dari 13 orang, dengan rincian 6 orang dari unsur perwakilan orang tua/wali dari siswa yang masih aktif, 4 orang dari unsur tokoh masyarakat dan 3 orang dari unsur pakar pendidikan atau sebaliknya (3 orang dari unsur tokoh masyarakat dan 4 orang dari unsur pakar pendidikan).

c.   Pada Jenjang SMP yang jumlah rombongan belajarnya 3 – 6, anggota komite sekolah terdiri dari 7 orang, dengan rincian 3 orang dari unsur perwakilan orang tua/wali dari siswa yang masih aktif, 2 orang dari unsur tokoh masyarakat dan 2 orang dari unsur pakar pendidikan.

d.   Pada Jenjang SMP yang jumlah rombongan belajarnya lebih dari 6, anggota komite sekolah terdiri dari 13 orang, dengan rincian 6 orang dari unsur perwakilan orang tua/wali dari siswa yang masih aktif, 4 orang dari unsur tokoh masyarakat dan 3 orang dari unsur pakar pendidikan atau sebaliknya (3 orang dari unsur tokoh masyarakat dan 4 orang dari unsur pakar pendidikan).

e.    Pada Jenjang TK dan SD, yang menjadi Pembina dalam Kepengurusan Komite sekolah adalah Kepala Desa/Lurah dan Kepala Dusun setempat. Dan pada Jenjang SMP, yang menjadi Pembina dalam Kepengurusan Komite sekolah adalah Camat, Kepala Desa/Lurah dan Kepala Dusun setempat

f.   Pengurus Komite di atas, yang berasal dari tokoh masyarakat dan pakar pendidikan, bukan merupakan anggota/pengurus organisasi profesi pendidik dan pengurus partai politik.

g.   Pengurus Komite di atas tidak boleh merangkap menjadi Pengurus Komite Sekolah lainnya.

 Surat terlampir

 

dpk

« Kembali | Kirim | Versi cetak

 Komentar Via Facebook