Kiat Jitu Supervisi SD Negeri Giripeni, Efisien dan Tidak Menggurui

 

Implementasi kurikulum 2013 (K-13) membawa konsekuensi guru harus semakin berkualitas dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Penerapan pendekatan saintifik, pembelajaran abad 21 (4C), HOTS, integrasi literasi, dan PPK  menjadi ciri khas  K-13 dalam pembelajaran. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam rangka menjawab tantangan internal dan tantangan eksternal mencapai 8 (delapan) standar nasional pendidikan. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka guru sebagai ujung tombak pembelajaran harus mampu merencanakan dan melaksanakan proses belajar mengajar yang berkualitas. Pembelajaran abad 21 dapat terwujud apabila guru memiliki keterampilan proses yang baik dalam pembelajaran. Guru diharapkan terampil menyajikan pembelajaran student center yang bermakna dan menyenangkan. Pembelajaran  yang berpusat pada siswa (student center), merangsang siswa untuk menemukan dan menyelesaikan sendiri masalah yang dihadapinya. Pembelajaran itu harus bahagia, baik guru maupun siswanya.

Permasalahan saat ini masih banyak pembelajaran yang dilaksanakan dengan berpusat pada pendidik (teacher-centered). Pembelajaran terasa kaku. Guru kadang hanya sekedar menuntaskan tugasnya, tidak menikmati pembelajaran, dan tidak bahagia. Guru belum mampu menyajikan pembelajaran yang mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi siswa. Dalam pembelajaran, guru belum merangsang siswa untuk menyelesaikan masalah. Akibatnya, peserta didik tidak dapat menguasai keterampilan abad ke-21 secara optimal. Reformasi pembelajaran seperti ini perlu kita perbaiki bersama demi terwujudnya generasi emas abad 21 yang mandiri, berjiwa sosial, kreatif, dan berkarakter. Caranya bagaimana? Salah satunya dengan coaching. Apa itu coaching? SDN Giripeni sudah melakukannya.

SD Negeri Giripeni merupakan salah satu sekolah dampingan Sekolah Literasi Indonesia (SLI) yang diusung oleh Dompet Dhuafa Pendidikan bersama Dompet Dhuafa Yogyakarta. Kepsek/kamad dari 10 sekolah maupun madrasah telah mengikuti berbagai pelatihan dari Konsultan Relawan (KAWAN) SLI. Salah satu materi pelatihan yang diberikan adalah coaching for Teacher. Coaching merupakan salah satu keterampilan mendengarkan dan bertanya untuk membantu klien (dalam hal ini guru) menemukan sendiri cara pencapaian target atau solusi atas permasalahannya. Pelatihan ini bertujuan agar kepala sekolah memahami pentingnya coaching untuk meningkatkan kinerja guru, mengetahui waktu yang tepat untuk menggunakan keterampilan coaching, mentoring, training, dan conseling, serta mampu mempraktikkannya dengan baik.

Kepala sekolah SD Negeri Giripeni berusaha menerapkan coaching pasca supervisi akademik terhadap semua guru yang ada di sekolahnya. Sebelumnya pelaksanaan kegiatan ini disesuaikan juga dengan jadwal yang telah disepakati bersama antara kepala sekolah dengan guru. Kegiatan supervisi dan coaching dilaksanakan sejak 2-10 Maret 2020. KAWAN SLI Wahyu yang bertindak sebagai observer turut pula mendampingi Harni Astuti, M.Pd. pada Rabu, 4 Maret 2020. Sebagai langkah awal, kepala sekolah sebagai coach membuat perencanaan meliputi penyiapan alat dan materi yang diperlukan dalam coaching dan instrumen lembar observasi pelaksanaan pembelajaran.

Supervisi dengan teknik coaching tahap pertama bertujuan untuk mendorong guru mengetahui kelebihan dan kekurangannya dalam pembelajaran kemudian guru dapat menemukan sendiri solusi atas kekurangaan atau harapan untuk pembelajaran selanjutnya. Selanjutnya kepsek dan guru menyepakati kebutuhan pengembangan. Selain itu kepsek menuntun guru agar secara nyata dapat membuat jadwal aksi pengembangan atau perbaikan. Supervisi tahap kedua mengamati perbedaan pelaksanaan pembelajaran guru setelah disupervisi dengan teknik coaching. Ternyata, teknik coaching ini terbukti sangat efisien dalam supervisi dan bersahabat dengan guru karena sifatnya tidak menggurui. Solusi dan rencana aksi pengembangan maupun perbaikan datang dari guru itu sendiri. Selanjutnya kepala sekolah bertugas untuk mendampingi dan memonitoring.

Penerapan coaching dalam supervisi di SD Negeri Giripeni terbukti mampu memberikan dampak yang luar biasa dalam peningkatan kinerja guru, khususnya pelaksanaan pembelajaran abad 21. Perubahan gaya pembelajaran yang dilakukan guru pasca coaching dapat meningkatkan semangat belajar dan siswa semakin memahami manfaat yang mereka pelajari. Dengan demikian, maka para siswa akan tercerahkan. SD Negeri Giripeni mampu bersaing dengan sekolah sekitar. Hal tersebut tidak lepas dari dampingan program SLI di SD Negeri Giripeni. Menyatu, menyatu, luar biasa! Menyatu, menyatu, istimewa! Keep Up Your SPIRIT!

Oleh : Harni Astuti, M.Pd. (Kepala Sekolah SDN Giripeni)