Kiat Menjadikan Kelas Online Menjadi Kelas Interaktif dan Menyenangkan

Siapa bilang kelas online gak seru? Sekolah Literasi Indonesia Kulon Progo (SLI KP) semester satu melalui babak akhir rangkaian pelatihan. Berbeda dengan pelatihan-pelatihan sebelumnya yang dilakukan secara langsung, pelatihan hari Selasa (19/3) diberikan Konsultan Relawan (Kawan) SLI secara online. Ternyata, pelatihan yang diikuti 10 kepala sekolah/madrasah dan 20 guru ini, tetap berlangsung ‘membara’ hingga akhir sesi. Baik, mari kita simak kiat-kiat menjadikan kelas online menjadi kelas interaktif dan menyenangkan.

TAHAP PERSIAPAN. Pada tahap ini, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan.  

1. Penentuan tujuan pembelajaran. Sebagai contoh, ada 3 tujuan pelatihan “Kepenulisan” online SLI KP. Pertama mengenai alur. Pelatihan online merupakan upaya untuk ‘menambah bekal’ peserta pelatihan agar mengetahui alur-pembelajaran-online. Kedua mengenai konsep. Pelatihan yang menyajikan materi keseluruhan dari buku berjudul Writing Donuts karya John Lis Efendi (2009) ini bertujuan agar peserta lebih memahami mengenai program Learning Community (LC) SLI KP. Outputnya, peserta dapat lebih mudah dalam melakukan praktik LC di masing-masing sekolah/madrasahnya, baik secara online maupun offline. Tujuan ketiga yaitu mengenai konten materi yang diberikan. Pelatihan ini juga bertujuan agar peserta mampu menyalurkan ide-ide pemikirannya dengan lebih mudah ke dalam bentuk tulisan.

2. Pengaturan konsep penyampaian materi. Kita perlu membuat konsep yang dapat menyajikan pembelajaran lebih efektif dan interaktif. Mulai dari konsep absensi, konsep materi yang akan di bagikan, serta konsep penyampaian tugas.

a. Untuk konsep materi, kita pastikan materi yang akan disampaikan telah diketik, direkam, atau divideo. Sehingga ketika kelas berlangsung, pemateri tinggal menyalin dan mengirim. Terlebih untuk saat ini, sajian materi dapat pendidik peroleh dari berbagai laman maupun aplikasi tidak berbayar.

b. Adapun untuk konsep penyampaian tugas, hal ini perlu kita kemas juga menjadi sesuatu yang mengasyikkan. Misalnya, pada pelatihan kepenulisan SLI KP, Kawan memberikan tugas menggali ide dan menulis melalui 2 permainan (Curah Ide dan 3 Kata Kunci).

3. Persiapan perlengkapan pembelajaran.  Pastikan perlengkapan pembelajaran telah siap sebelum kelas online dimulai. Contohnya, Kawan meminta peserta mempersiapkan 10 lembar kertas HVS bekas dan 1 spidol hitam.

4. Penentuan bantuan moderator. Sebagai tambahan, pada konsep penyampaian materi perlu juga ditentukan, apakah pemateri memerlukan bantuan moderator atau tidak. Poin ini sifatnya opsional, jika memerlukan bantuan moderator, maka pemateri/guru dapat mengajak guru kelas lain untuk bergantian menjadi moderator pada saat kelas online berlangsung. Hal ini dapat membantu pemateri, terutama ketika kelas online berjalan sangat aktif.

 

TAHAP PELATIHAN (PEMBELAJARAN). Tahapan ini merupakan kegiatan pembelajaran online yang sedang terlaksana. Ada banyak hal menggelitik ketika pelatihan online SLI KP berlangsung. Mulai dari absensi online (selfi), izin ke toilet online, snack online, hingga kobaran semangat online para peserta yang dapat mengaburkan instruksi permainan. Lucu, hangat, dan menggemaskan.

Pada kegiatan baru, tentu akan melimpah berbagai pembelajaran baru pula. Bukan kesalahan, melainkan lebih pada ‘catatan untuk perbaikan’.

Berikut ini catatan penting yang perlu kita perhatikan pada proses pelaksanaan kelas online.

1. Buatlah opening yang menghangatkan (tidak menegangkan), meyakinkan, dan membuat penasaran, sehingga peserta berkenan online selama waktu pembelajaran.

2. Pastikan aturan kelas sudah menjadi aturan yang ‘ramah’ untuk dibaca, baik dari tata bahasa maupun teknik penulisan.

3. Pastikan penyalinan materi juga dalam tulisan/rekaman/video yang juga ‘ramah’ untuk dibaca/didengar/ditonton peserta. Misal, jangan menulis materi panjang dengan tulisan tanpa jeda (tidak ‘ramah’ baca). Tulisan tanpa jeda akan membuat lelah mata peserta sehingga rawan menimbulkan rasa bosan.

4. Menyapa peserta pada pertengahan penyampaian materi. Hal ini untuk mengecek seberapa banyak peserta yang masih antusias dan memerhatikan materi yang sedang disampaikan. Poin 4 ini digunakan sesuai keperluan pemateri. Ada pula pemateri yang membutuhkan penyampaian materi secara gamblang tanpa adanya interupsi sebelum masuk pada sesi diskusi.

5. Pertegas dan ulang kembali aturan yang dianggap penting selama penyampaian materi. Sebagai contoh, karena peserta pelatihan SLI KP supeeer semangat, tidak sedikit dari peserta yang asyik melakukan permainan namun ternyata hasilnya belum sesuai dengan instruksi permainan. Ini menjadi catatan pemateri agar pada pelatihan online selanjutnya, pemateri dapat lebih memperjelas dan mempertegas aturan yang disampaikan, terutama pada peraturan ‘rawan’. Misal, “mohon tidak memulai permainan, sebelum ada instruksi DIMULAI”.

6. Bantu penyampaian materi dengan visualisasi. Bisa dalam bentuk powerpoint, diagram, gambar, ataupun lainnya. Hal ini dapat memudahkan peserta untuk dapat memahami materi yang disampaikan. 

7. Sampaikan penutupan yang menggugah serta ajakan untuk melakukan aksi (call to action). Contohnya, pada sesi akhir pelatihan SLI KP, Kawan mengajak peserta untuk menerapkan keterampilan menulisnya dalam pembuatan ‘berita implementasi program SLI’ yang telah terlaksana di masing-masing sekolah/madrasah.

Demikian, sedikit ilmu yang dapat kami sampaikan. Semoga yang sedikit ini mendapat keberkahan dari Sang Pemilik Ilmu.

Harapannya, pelatihan kepenulisan online (gagasan Kawan SLI Kulon Progo) dapat menggenapi rangkaian materi pelatihan SLI yang telah diberikan sebelumnya, dan menambah inspirasi bagi para pendidik secara umum. Terutama dalam kondisi antisipasi persebaran covid-19 yang mengharuskan  institusi pendidikan menerapkan pembelajaran online.

Oleh: Irfa Ramadhani (Kawan SLI Kulon Progo)