Dikpora Selenggarakan Diseminasi Microsoft Office 365

Selasa (7/7), Dinas Dikpora Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan Diseminasi Microsoft Office 365 Pembelajaran Abad 21 bertempat di Aula Sadewa Dinas Dikpora Unit 1. Acara dilaksanakan selama 4 hari, yaitu 7, 8 ,9 ,dan 10 Juli 2020 dan dibagi menjadi 2 gelombang. Gelombang I pada 7 dan 8 Juli 2020, kemudian dilanjutkan dengan gelombang  II pada 9 dan 10 Juli 2020. Diseminasi diikuti oleh 101 peserta terdiri dari Kepala Sekolah SD/MI, Guru SD/MI, Guru SMP, Operator SD/MI, Tenaga Administrasi RA dan SD, Petugas Perpustakaan SD, dan Dompet Dhuafa Yogyakarta.

Diseminasi dipandu oleh 4 trainer yaitu, Irfa Ramadhani, M.B.A (Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia), Edi Sutanto, S.Pd., M.Pd. (Ketua Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia), Ary Mukhlis, M.Pd. (Guru MI Muhammadiyah Kenteng), Ibnu Aji Setiawan, S.Pd. (Guru SDN Semen Sentolo) dan sebagai moderator Wahyu Widiyawati, S.Pd. (Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia) dengan 6 materi dari Microsoft Office 365 meliputi Microsoft Education Center, Microsoft Teams, Microsoft Forms, Onedrive dan Office Online, SWAY, dan OneNote ClassNotebook.

Ketua APSI, Edi Sutanto, S.Pd., M.Pd. dalam laporannya memberikan apresisasi kepada peserta yang telah mendaftar dalam acara diseminasi. Dipilih 101 peserta dari jumlah pendaftar 198 orang. Diseminasi sangat penting di pandemi seperti ini dan kita akan membuat program dan pembelajaran dengan Microsoft Office 365.

Diseminasi dibuka langsung oleh Kepala Dinas Dikpora Kab. Kulon Progo, Arif Prastowo, S.Sos., M.Si.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas berharap pembelajaran dalam jaringan (daring) menjadi yang paling efektif dilakukan pada pandemi seperti ini dengan syarat guru harus mampu menguasai teknologi informasi, apa saja yang mungkin akan dilakukan dalam proses pembelajaran, dan bagaimana kita bisa mentransfer ilmu-ilmu kita kepada siswa.  

“Saya berharap acara ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan ketika pulang ke sekolah masing-masing Bapak dan Ibu mempunyai sesuatu yang bisa ditularkan dan diimbaskan kepada Bapak Ibu Guru yang lain.” tuturnya.