Best Practice Sekolah Literasi Indonesia (SLI) SD Muh Girinyono

Banyak orang beranggapan apabila menulis itu adalah kegiatan yang sulit. Belum tentu orang yang banyak bicara dapat dengan mudah bisa menuangkan kata perkataan dalam bentuk tulisan, tetapi tidak sedikit orang yang pendiam dapat mudah bisa berkarya lewat tulisan. Segala sesuatu bila belum kita coba dan biasakan memang akan nampak sulit, tetapi bila kita dan mengetahui caranya tentu akan terasa lebih mudah. Semua itu memerlukan proses tersendiri.

Salah satu cara agar anak memiliki keterampilan menulis adalah dengan membiasakan mereka sejak dini untuk membaca, membaca apapun agar timbul ide gagasan merangkai kata demi kata sesuai apa yang pernah dia baca. Berbagai tulisan yang telah mereka baca secara tidak sadar akan terekam di bawah alam sadarnya. Keterampilan untuk menulis harus sejalan dengan keterampilan membaca. Itulah perbedaan antara siswa yang terbiasa membaca dengan yang tidak gemar membaca. Anak yang sudah terbiasa senang membaca akan banyak perbendaharaan kata yang terus bertambah. Manfaat yang diperoleh bila terbiasa melakukan ini adalah hal yang luar biasa. Anak akan terbiasa menuangkan pikirannya ke dalam kertas mengorganisasikan pemikirannya dan menyatakan perasaannya tentang apa yang di alami dalam bentuk tulisan. Keberadaan perpustakaan saat ini menjadi begitu penting dengan di keluarkannya Undang-undang No. 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan. Undang-undang yang menjadi payung hukum bagi segala aktivitas kinerja perpustakaan dan seluruh elemen pendukung kegiatannya, meliputi pustakawan, gedung, koleksi atau pengelola perpustakaan. Dalam Undang-undang pada Pasal 3 di sebutkan bahwa perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Maka dengan mengingat hal itulah tentunya sebuah tantangan bagi pengelola perpustakaan untuk menciptakan sebuah perpustakaan yang nyaman, indah dengan ditata sedemikian menarik dengan gambar atau lukisan yang menarik juga penataan buku yang menarik minat pembaca dengan menggunakan barang-barang yang unik. Memperlihatkan judul buku sehingga pembaca akan tertarik dengan judul-judul buku sehingga pembaca akan tertarik dengan judul dan gambar buku yang terpajang dengan jelas.

Perpustakaan di samping di ciptakan menjadi media atau tempat menggali ilmu sekaligus tempat rekreasi hati dan pikiran yang menyenangkan sehingga terwujud masyarakat pembaca dan pembelajar sepanjang hayat. Hal ini menjadi sebuah tantangan besar pustakawan selalu pengelola, dan pihak manajemen sekolah bagaimana memberdayakan sekolah agar perpustakaan ini benar-benar terwujud dengan baik dan kegiatannya yang lengkap dan menarik bagi siswa, guru karyawan, wali murid bahkan berguna juga bagi masyarakat sekitar. Demikian yang dilakukan manajemen perpustakaan di sekolah kami dengan berbagai program literasi.

Yang kita laksanakan antara lain :

1. Membaca buku 15 menit setiap hari di masing-masing kelas bersama guru kelas dengan pemantauan administrasinya yaitu jurnal pengembangan literasi kelas. Pada jurnal tersebut di tuliskan jadwal kegiatan kelas selama 15 menit, yaitu dengan membaca mandiri, membaca lantang, membaca berpasangan dengan buku-buku bacaan yang telah tersedia di masing-masing kelas dalam wadah pojok baca. Dengan kegiatan membaca ini siswa setiap hari membaca buku dengan bergantian buku dengan temannya.

2. Membaca buku di perpustakaan dengan jadwal satu minggu satu kali dengan kehiatan yang sudah di programkan di perpustakaan dengan membawa pulang satu buku satu siswa untuk dirangkum sebagai pengembangan literasi sekolah, hasil rangkuman akan di tumpuk di sekolah dijadikan satu menjadi sebuah buku. Jadwal kelas 1 sampai kelas 6 secara bergiliran setiap hari. Setiap akhir bulan akan di umumkan pengunjung yang aktif dan menginspirasi.

3. Membaca buku sebagai pengembangan literasi di kelas dalam waktu satu bukan sekali akan bergilir ke kelas lain untuk bergantian meminjam buku.

4. Pengembangan karya siswa pada saat libur, untuk mengembangkan waktu semasa liburan dengan kegiatan yang bermanfaat adalah membuat hasil karya puisi, cerpen, cerita bergambar. Hasil karya anak di wujudkan dalam bentuk buku antologi.

5. Mengadakan mading kelas sebagai pengembangan wadah kreatif siswa setiap kelas bergilir setiap satu bulan sekali untuk jadwal satu kelas. Begitu juga taman bacaan hasil karya orang tua wali murid juga di pajang di papan, agar supaya wali murid juga bisa berkarya dalam bentuk tulisan dengan tema yang bebas jadwal juga sesuai dengan jadwal mading siswa yaitu satu bulan sekali. Hal ini dikoordinasi oleh ketua paguyuban kelas masing-masing. Hasil karya di kumpulkan jadi satu untuk dijadikan sebuah buku. Setiap kelas berusaha membiasakan membuat karya wadah literasi antologi buku kelas baik berupa aktivitas pembelajaran, cerpen, puisi, cergam atau kegiatan atau berita yang lain.

6. Seluruh guru dan karyawan berkewajiban untuk menumbuhkan kreativitas siswa sebagai wujud keberhasilan guru dalam mengajar sesuai dengan kompetensi siswa masing – masing.

7. Karya guru akan menjadi pengembang inovasi dan kreativitas pembelajaran dan karya akan diwujudkan dalam buku antologi guru.

8. Memberikan apresiasi piagam pernghargaan bagi guru yang berprestasi dalam karya tulis.

9. Setiap aktivitas sekolah wajib  untuk di buat berita yang akan di kirim ke website Dikpora, Kemenag dan Muhammadiyah.

10. Festival literasi akan diadakan setiap akhir tahun pembelajaran dan bersamaan dengan pelepasan siswa kelas 6, dan milad SD Muh Girinyono.

Disamping menggerakan pemberdayaan di bidang literasi, kepala sekolah juga menggerakan  kepengurusan sekolah agar lebih kuat untuk menunjang kemajuan sekolah.

1. Memperbaharui kepengurusan komite.

Meninjau kepengurusan komite yang sudah berjalan cukup lama bahkan ketua komite menjabat sudah 22 tahun dan belum di ganti. Dengan mengundang pegurus lama dan ditambah tokoh-tokoh dan wali murid terbentuk kepengurusan yang baru. Kepala sekolah memberi pengarahan dan pendampingan agar pengurus yang baru membuat program kerja dan kegiatan yang diadministrasikan secara tertib dan rapi. Sehingga kepengurusan komite sekarang sudah tampak kemajuannya. Dan program pokok yang paling utama adalah penggalangan dana dengan membentuk wadah peduli SD Muh Girinyono, Dengan membuka rekening khusus Peduli SD Muh Girinyono. Dana yang diperoleh digunakan untuk memberi honor kepada guru dan karyawan setiap bulannya. Karena dana dari Bos Angaran honor masih jauh dari layak. Juga membantu pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana yang ringan.

2. Membentuk kepengurusan paguyuban wali murid dari kelas 1-6 dan juga kepengurusan paguyuban per kelas. Kepala sekolah juga mengarahkan dan mendampingi  membuat program secara tertulis dan di administrasikan secara rapi dan tertib. Program paguyuban wali murid diantaranya :

A. Pertemuan wali murid secara keseluruhan bersama komite sekolah tiap 3 bulan sekali dengan materi pengajian, kesehatan, dan pyschologi anak. Semua kegiatan atau agenda acara dan tempat yang mengurusi adalah paguyuban, guru tetap mengajar karena pelaksanaan pada hari efektif.

B. Membantu sekolah membuat kelas berkonsep atai pengecetan dan lukisan kelas dan membuat pojok kelas dengan tema sesuai yang ditentukan oleh wali kelas masing-masing. Pendanaan siswa ditanggung oleh wali murid.

C. Pembuatan kegiatan mading kelas dan taman bacaan untuk wali murid. Tema dan apa yang akan di tempel diserahkan oleh paguyuban kelas dan koordinasi dengan wali kelas, pendanaan juga daru wali murid.

D. Pengadaan kipas angin dan dispenser. Kepengurusan paguyuban yang mencari dana ke masyarakat dan pabrik – pabrik di sekitar yang peduli untuk menyumbang dana untuk sekolah.

3. Membentuk kepengurusan alumni SD Muh Girinyono baik yang ada di daerah maupun yang ada di perantauan. Kepengurusan yang ada di daerah membaur sekolah secara langsung dan yang di perantauan ada yang menjadi ketua koordinasi alumni di perantauan khususnya di Jakarta. Adapun program kepengurusan alumni adalah juga membantu sekolah dalam hal pendanaan honor dan hal-hal yang diperlukan di sekolah. Kelompok alumni ini juga membuka rekening alumni untuk SD Muh Girinyono sebagai wadah apabila para alumni mau menyumbangkan dana untuk kegiatan di sekolah. Juga membantu mempublikasikan keberadaan sekolah lewat media sosial dengan kegiatan yang telah dikirim oleh kepala sekolah.

Itulah program kami dalam memajukan literasi di sekolah sebagus apapun program tidak sinergi dengan stake holder di sekolah, maka program itu tidak akan berjalan dengan baik. Selama 2 tahun jabatan sebagai kepala sekolah di SD Muh Girinyono sangat berat tantangannya, karena bermula dengan keberadaan sekolah yang hanya jalan saja tidak ada target pencapaian, tidak ada pengendalian penjaminan kualitas dengan program yang ada. Dengan membuat program-program unggulan di harapkan adanya evaluasi program yang telah dilaksanakan untuk pencapaian program selanjutnya. Kepala sekolah sebagai pengendali utama dalam menjalankan program itu agar terlaksana dengan baik dan sesuai dengan apa yang ditergetkan. Pro dan kontra guru adalah hal yang biasa dirasakan terutama kepada guru yang menganggap ini semua kerja yang berlebihan. Saya katakan memang sangat berlebihan karena untuk mewujudkan hasil yang luar biasa di perlukan pikiran yang berlebihan pula. Tanpa itu semua cita-cita yang baik yaitu mewujudkan karya yang baik tidak akan terwujud.

Kita haris bisa mengabaikan semua hal yang bisa menghalangi untuk menuju keberhasilan, perlu hati yang mantap, semangat dan tak kenal putus asa, jatuh bangun adalah hal ynag biasa setiap perlombaan. Kita sudah terbiasa menghadapi perlombaan dengan mempersiapkan diri menata persiapan siswa dan guru-guru juga pengurus sekolah agar lebih bagus lagi. Resolusi yang saya buat ini sebagai wujud usaha saya selama 2 tahun ini menjabat kepala sekolah di SD Muh Girinyono, dengan suatu harapan semoga program ini terus istiqomah, bisa terwujud dalam menginspirasi semua baik guru, siswa yang berusaha mengembangkan apa yang akan menjadi cita-cita dan harapan.

Oleh : Suwartini, S.Ag.,M.Pd.