Pelatihan Guru Trainer Kulon Progo Secara Resmi Dibuka

Kulon Progo- Minggu lalu, Selasa (1/12) & Kamis (3/12), Disdikpora Kulon Progo membuka secara resmi pelatihan guru trainer Kulon Progo. Pelatihan tersebut merupakan salah satu rangkaian persiapan pelaksanaan program Moral Technology School (MT School).

MT School sendiri merupakan program peningkatan kualitas pendidik dan sekolah berbasis literasi digital dengan pendekatan moral. Program ini diselenggarakan langsung oleh Dinas Dikpora Kulon Progo, bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kulon Progo, dan Badan Amil Zakat Nasional Kulon Progo sebagai donatur program, serta Dompet Dhuafa Pendidikan sebagai penjamin mutu program. 

Adapun pelatihan guru trainer yang dilaksanakan di aula Kemenag tersebut dihadiri oleh 28 peserta yang terdiri dari 24 guru trainer dan trainer leader, 3 orang konsultan program MT School, serta 1 orang relawan. Selanjutnya, para peserta kegiatan akan menjadi pelaksana program dalam beberapa bulan ke depan. 

Setelah melalui serangkaian persiapan, pelaksana program MT School akan memberikan pelatihan kepada (kurang lebih) 1.000 guru Kulon Progo serta pendampingan untuk 10 sekolah/madrasah (wilayah Temon dan Panjatan). Dua puluh empat guru trainer akan dibagi menjadi 6 kelompok, kemudian dijadwalkan bergantian untuk mengisi pelatihan guru dengan materi Microsoft 365. Sementara 3 orang konsultan MT School akan melakukan pendampingan intensif untuk 10 sekolah/madrasah penerima manfaat program.

Sebagai tambahan, untuk dapat mencapai target pelatihan (kurang lebih) 1.000 guru, program pelatihan ini dilakukan secara bertahap. Sasaran penerima manfaat tahap pertama yaitu sejumlah 320 guru yang berasal dari 160 SD dan SMP sederajat. Tahapan selanjutnya akan disampaikan kemudian.

Eko Teguh Santosa, S.Pd (Sekretaris Dinas Dikpora Kulon Progo) sebagai perwakilan Kepala Dinas membuka secara resmi kegiatan pelatihan guru trainer tersebut. Dalam sambutannya, Eko memaparkan mengenai ‘teriknya’ proses pendidikan saat ini. Ia mengulas berbagai tantangan yang ada, mulai dari kebingungan mengajar anak-anak (ada yang dikarenakan IT tidak terjangkau oleh anak-anak, adapula mengenai keterbatasan IT gurunya), kemudian aktivitas sekolah yang menjadi tidak pasti (dikatakan off, tidak, dikatakan tidak-off juga tidak), hingga mengenai covid yang juga tidak kunjung melandai. Beliau melanjutkan, “Semua galau, baik guru, siswa, maupun orang tuanya. Kemudian hadir program ini. Ibarat hembusan angin di tengah gurun. Semoga bisa membuat sejuk semuanya, bisa membuat tenang semuanya.”

Selanjutnya dalam sesi sambutan, Dra. Hj. Sulasmi MA (Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag KP) sebagai perwakilan kepala kantor Kemenag juga menyampaikan apresiasi atas program baru ini. Beliau menyampaikan selamat kepada para guru yang terpilih sebagai guru trainer, serta menyampaikan harapannya agar para guru dapat memanfaatkan kesempatan yang telah diperolehnya secara maksimal. Selain itu, beliau juga menyinggung mengenai sulitnya proses pembelajaran dengan tatap muka, hingga kemudian menimbulkan kendurnya pendidikan karakter. Oleh sebab itu, diharapkan program MT School yang berkaitan erat dengan Perda Karakter Tahun 2015 Nomor 18 itu dapat berjalan dengan baik. 

Pada pelatihan tersebut, Irfa Ramadhani, M.B.A. (alumni Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia—program peningkatan mutu pendidikan Dompet Dhuafa Pendidikan dan Dompet Dhuafa Yogyakarta—yang kemudian menjadi konsultan dan koordinator lapangan MT School), Ary Mukhlis, M.Pd. (guru MI Muhammadiyah Kenteng sebagai trainer leader), serta Ibnu Aji Setyawan, S.Pd. (guru SDN Semen Sentolo sebagai trainer leader) menjadi pengisi kegiatan. Materi yang disampaikan bertujuan untuk menguatkan interaksi tim, membangun pemahaman mengenai gambaran umum program, membangun pemahaman dan internalisasi budaya tim, menguatkan materi pelatihan, serta meningkatkan pemahaman dan praktik training. Selanjutnya, program diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

“Dari diri setiap manusia tersimpan kekuatan yang dahsyat yang iapun tidak pernah mengira memilikinya, sampai ia mengamalkannya. Siapkah kita berlayar bersama?” Tanya Konsultan Irfa ketika menutup materi Training for Trainer-nya. (Putri Ria Utami, S.KPm)