Pembelajaran di SMP N 5 Wates Pakai Handy Talky Dilirik Kemendikbud

Wates, 26 April 2021, SMP Negeri  5 Wates kedatangan tamu istimewa dari Kementrian Pendidikan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta.

Awalnya pada hari Jumat, 23 April 2021 pukul 09.41 Bapak Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Wates mendapat pesan via WA atas nama Adam dari Kemendikbud kemudian ditindaklanjuti via telepon bermaksud hendak  menyampaikan Surat untuk meliput Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menggunakan HT. Selang beberapa menit kemudian dikirim pesan 2 Surat PDF.

Surat yang pertama dengan Nomor : 5947/C1/HM.01.04/2021 tertanggal 21 April 2021 perihal Permohonan Ijin Wawancara yang ditujukan kepada Kepala Sekolah SMP N 5 Wates. Isi surat  meunjuk SMP N 5 wates menjadi narasumber tentang praktik baik penguatan sarana telekomunikasi untuk PJJ di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Senin, 26 April 2021 pukul 10.00 sampai dengan selesai.

Surat yang kedua dengan nomor 5947/C1.01.04/2021 tertanggal Jakarta, 21 April 2021 perihal Surat Tugas dan penunjukkan nama-nama petugas dari Kemendikbud Dirjen PAUD Dikdas Dikmen untuk melakukan peliputan dan dalam surat tersebut ada 5 petugas Setditjen PAUD Dikdas Dikmen yaitu Arif Rifai Dwiyanto, Ismail, Davey Pinanda Arraeza S, Gustiyar Apriliyan dan Bayu Tri Novianto

Kegiatan praktik baik penguatan sarana telekomunikasi untuk PJJ di SMP Negeri 5 Wates pada hari Senin, 26 April 2021 mulai pukul 10.00 tentang pembelajaran daring menggunakan Handy Talky (HT). Pada saat pelaksanaan kegiatan peliputan ini protap protokol kesehatan dimasa pandemi Covid tetap dilaksanakan dengan tertib. Pada pembelajaran daring menggunakan HT ini, Sekolah bekerjasama atau bermitra dengan RAPI Kabupaten Kulon Progo yang didukung oleh RAPI Wilayah Yogyakarta.

Latar belakang Pembelajaran secara daring menggunakan HT adalah berdasar evaluasi ternyata masih ada siswa yang belum aktif dalam kegiatan pembelajaran, tugas yang tidak diselesaikan dengan baik, kejenuhan siswa dalam mengikuti kegiatan daring dan juga kurangnya motivasi siswa untuk belajar secara mandiri, ungkap kepala sekolah SMP N 5 Wates, Boidi, S.Pd. Lebih lanjut disampaikan juga bahwa pembelajaran dengan menggunakan HP atau smart phone ada kendala berupa sinyal yang lemah/lemot, spesifikasi HP yang kuang kompatibel, dan juga karena kuota internet yang tidak memadai. Pembelajaran menggunakan HT merupakan langkah solusi yang tepat, murah dan nyaman.

Menurut Arif Rifai Dwiyanto, ketua Tim kemendikbud, ingin melihat dan meliput langsung praktik baik pembelajaran daring saat pandemi covid menggunakan HT di sekolah. Peningkatan Mutu Pembelajaran kemendikbud dalam tahun ini menyelenggarakan 3 tema, yaitu Pembelajaran aman terbatas, literasi dan numerasi, serta kemitraan. Hasil liputan ini untuk melengkapi dokumentasi pembuatan buku panduan praktik baik dalam pembelajaran. Yang nantinya sekolah di tempat lain dapat melakukan hal yang sama, sesuai dengan kondisi masing-masing. Juga pada kerjasama/kemitraan dengan pihak lain, kominfo misalnya. Kegiatan pembelajaran dan kemitraan dengan pihak lain. Dalam hal ini RAPI Kabupaten Kulon Progo.

Supriyo, SE ketua RAPI wilayah Kabupaten Kulon Progo, dalam kerjasama dan bermitra dengan sekolah SMP N 5 Wates ini, pihak RAPI mengoptimalkan anggotanya untuk ikut mendukung dan memfasilitasi dalam kegiatan pembelajaran ini, meminjamkan sementara perangkat pemancar, dan frekuensi untuk digunakan saat pembelajaran. Sehingga, saat kegiatan pembelajaran anggota RAPI untuk mundur dan tidak menggunakan jalur frekuensi.

Pada kegiatan pembelajaran terdapat 5 titik kumpul, yaitu tempat siswa berkumpul untuk mendapatkan pembelajaran secara daring di rumah orang tua atau angota RAPI yang memiliki perangkat pesawat HT. Titik kumpul berada di rumah Bapak Jemingin Menggungan, Tawangsari., Pengasih, di rumah bapak Subakat Klopo Sepuluh, Bendungan, Wates, di rumah bapak Suharyanto, Kadipaten, Triharjo, Wates, dan di rumah bapak Rosgianto, Sebokarang, Triharjo, Wates. Sekolah sebagai tempat menyampaikan materi PJJ disebut sebagai titik nol.

Pada saat praktik baik penguatan sarana telekomunikasi untuk PJJ menggunakan HT bertindak untuk peyampaian materi Ibu Siti Istiqomah, S.Pd. Selain  praktik baik penguatan sarana telekomunikasi untuk PJJ menggunakan HT juga mengadakan kunjungan ke titik kumpul. Titik kumpul yang dikunjungi dirumah Bapak Jemingin, Menggungan, Tawangsari, Pengasih, Kulon Progo. Selain meliput kegiatan PJJ juga meliput wawancara baik dengan orang tua siswa maupun dengan siswanya

Ternyata PJJ menggunakan HT bisa lebih efektif dan komunikatif karena siswa bisa bertanya langsung bertatap suara langsung dengan narasumber untuk menjelaskan materi dengan jelas. PJJ menggunakan HT ternyata menjadi salah satu solusi untuk mengatasi sulitnya sinyal, borosnya quota internet, bisa  interaktif antara siswa dan guru.

Harapan kedepan  kegiatan belajar mengajar menggunakan HT saat pandemi  Covid-19 dapat membantu meringankan beban perekonomian orang tua yang belum bisa mengadakan ponsel android, kesulitan sinyal, tidak mampu membeli kuota internet, sehingga hak siswa untuk mendapatkan layanan pendidikan bisa terpenuhi, materi pelajaran dapat tersampaikan dan diterima dengan baik dan mudah oleh siswa serta menjadikan siswa menjadi cerdas,berkarakter bermoral di era new normal dan new norma. (bd)