SD IT Budimulyo Sentolo Mengolah Hati di Tengah Pandemi

Sekolah Dasar IT Budi Mulyo Sentolo memperingati Hari Pendidikan Nasional dengan cara berbeda. Peringatan virtual melalui aplikasi zoom meeting dilaksanakan pada hari Minggu, 2 Mei 2021 pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 10.30 WIB. Sebanyak 82 peserta didik dan 13 guru penuh antusias berpartisipasi.

Kegiatan di tengah pandemi ini bertemakan "Pendidikan Terus Berjalan Pandemi Bukan Penghalang". Diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada peserta didik, belajar kapanpun, dimanapun, bersama siapapun, dan mempelajari apapun yang bermanfaat. Sekaligus bertujuan untuk membentuk nilai-nilai karakter peserta didik meskipun dalam kondisi Belajar Di Rumah (BDR).

Nilai-nilai akan ditanamkan dengan cara bermain sekaligus belajar. Masa anak-anak adalah masa bermain. Hari Minggu adalah hari bermain. Dengan pertimbangan tersebut, sekolah memilih metode dongeng untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional.

Kegiatan ini bekerjasama dengan salah satu pendongeng ternama di Kulon Progo yang tergabung dalam Komunitas Dongeng Mentari. Kak Ihdina Khusnasani, S.Pd biasa disapa Kak Khusna, adalah seorang guru muda yang sangat intens pada kegiatan mendongeng.  Kak Khusna memberikan penampilan terbaiknya. Cerita singkat penuh makna  diterima oleh peserta didik dengan antusias. Alur cerita mudah dipahami oleh anak-anak, ditampilkan dengan lucu dan menyenangkan.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional diawali dengan doa pembuka, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan oleh Kepala Sekolah Ibu Devy Fangestika, S.Pd., dan acara inti. Pembawa acara  Ibu Ika Suswanti, S.Pd memperkenalkan pendongeng kepada seluruh peserta zoom meeting. Disepakati tata tertib bagi peserta untuk selalu membuka kamera, mematikan mikrofon ketika tidak sedang berbicara, dan aktif mengikuti, serta memperhatikan dongeng yang berlangsung. Hal ini dilakukan untuk menanamkan karakter disiplin kepada peserta didik.

Setelah peserta didik dapat dikondisikan, Kak Khusna dengan sangat ramah menyapa anak-anak. Sesekali diberikan kuis menarik. Lagu anak-anak  “Naik delman” menjadi lagu pembuka. Dongeng berjudul "Dodo Kuda, Ingin Pandai". Menggunakan properti boneka tangan berbentuk kuda, menjadikan dongeng semakin menarik. Peserta didik yang didampingi orang tua, antusias mengikuti jalannya cerita.

Cerita diawali tentang kesedihan Dodo yang tidak bisa belajar di sekolah. Paman Gagak memberikan informasi kondisi cuaca buruk yang tiba-tiba datang, sehingga sekolah diliburkan. Dodo sangat bersedih karena tidak bisa bertemu dengan teman-temannya. Rasa rindunya untuk terus belajar bersama teman-teman, membuat Dodo memaksakan diri untuk berangkat ke sekolah. Dodo berangkat tanpa seizin Ibu. Ia menerjang badai dan angin besar untuk menuju ke sekolah. Sesampainya di sekolah, Dodo sangat kecewa karena tidak ada temannya yang datang. Ibu Dodo sangat khawatir atas keberadaan Dodo yang menghilang dari rumah. Akhirnya Dodo kembali dengan penuh rasa kecewa. Sesampainya di rumah, ia merasakan nyeri disekujur tubuh. Badai telah membuatnya sakit. Ibu Dodo pun penuh kasih sayang mengobati sambil memberikan nasihat. Agar Dodo selalu taat pada aturan yang telah diberikan. Dan meminta izin kepada orangtua ketika bepergian.

Selama dongeng disampaikan, anak-anak sangat antusias dan sesekali tertawa ketika Kak Khusna menceritakan kejadian-kejadian lucu. Cerita tersebut sangat sederhana tetapi sarat akan makna. Sangat sesuai dengan kondisi yang dirasakan peserta didik saat ini. Sehingga mereka dengan mudah diajak berdiskusi tentang pesan yang dapat diambil berdasarkan dongeng yang disampaikan oleh Kak Khusna.

Di akhir cerita, Kak Khusna menyampaikan pesan yaitu kita tidak perlu bersedih dengan kondisi sekarang, tidak perlu bersedih dengan adanya virus corona, tidak perlu takut tidak bisa menjadi pintar, karena kita tetap bisa belajar dari rumah, bersama siapa saja, belajar apa saja, dan kapan saja. Peserta didik nampak mengangguk-anggukan kepala seraya mengucapkan kata setuju kepada Kak Khusna. Dongeng ditutup dengan tepuk power wusshh bersama Kak Khusna untuk menambah semangat belajar peserta didik.

 Acara dilanjutkan dengan bagi-bagi doorprize yang diberikan khusus oleh bapak ibu guru kepada peserta didik yang berani menjawab kuis dan menyelesaikan tantangan dari pembawa acara. Acara berjalan sangat meriah, peserta didik berebut ingin menjawab dan menyelesaikan tantangan. 6 peserta didik berhasil mendapatkan hadiah atas keberhasilannya menjawab pertanyaan dan menyelesaikan tantangan untuk menceritakan kembali isi cerita “Dodo Si Kuda”. Hal tersebut bertujuan untuk melatih kepercayaan diri peserta didik dan memberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya sesuai dengan prinsip merdeka belajar yaitu kemandirian dan kemerdekaan.

Sama halnya dengan peserta didik, orangtua dan guru pun merasakan manfaat dilaksanakannya acara peringatan Hari Pendidikan Nasional, salah satunya adalah memberikan inspirasi kepada orangtua dan guru untuk selalu berempati terhadap kebutuhan anak, memanusiakan hubungan kepada anak, dan memberikan kemerdekaan belajar bagi anak agar tumbuh sesuai kodratnya. Ki Hajar Dewantoro mengatakan: “Setiap rumah adalah sekolah, setiap orang adalah guru”. (Devy Fangestika- SDITBUDIMULYO)