Guru BK se-Kulon Progo Ikuti Pelatihan Bimbingan Kelompok Virtual

Guru Bimbingan dan Konseling dituntut selalu mampu beradaptasi dengan kebutuhan. Termasuk pada saat pandemi seperti sekarang ini. Ketika pembelajaran dilakukan dalam situasi normal, Guru BK bisa leluasa memberikan layanan kepada yang menjangkau seluruh siswa. Namun pada saat pandemi seperti sekarang ini, seperti halnya Guru mata pelajaran, Guru BK dituntut mampu memanfaatkan teknologi sebagai media. Seluruh layanan, baik yang sifatnya menyasar individu maupun kelompok, harus bisa dimigrasikan dalam bentuk virtual. Tentu hal tersebut tidak mudah. Mengingat dalam pelaksanaan layanan, Guru BK harus mampu menciptakan atmosfer yang menyenangkan sehingga tercipta dinamika dan tujuan layanan bisa tercapai. Kompetensi Guru BK dituntut bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

 

Bimbingan kelompok adalah salah satu layanan BK yang menyasar individu-individu namun dengan identitas kolektif yang berusia setara. Bimbingan kelompok diakui sebagai salah satu kegiatan layanan yang efektif bagi siswa sekolah mengingat dalam usia remaja, pengaruh teman sebaya begitu besar.

Bimbingan Kelompok bertujuan supaya siswa mampu mengidentifikasikan kemampuan dan kelebihan diri, selain juga membantu mereka menyusun agenda hidup serta melatih pengambilan keputusan.

 

Pada Rabu (1/9) hingga Jumat 3/9) lalu, Guru BK seluruh Kulon Progo dikoordinir Ketua Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kulon Progo, Rini Siswanti, S.Pd, M.Psi, dan difasilitasi MGBK Kulon Progo, mengikuti pelatihan Bimbingan Kelompok Berbasis Virtual yang diselenggarakan Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Yogyakarta. Pelatihan yang diselenggarakan secara daring dengan aplikasi zoom meeting juga diikuti oleh Guru BK seluruh Provinsi Daera h Istimewa Yogyakarta yang juga difasilitasi MGBK kabupaten se-Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Dalam pelatihan tersebut, Guru BK tidak hanya dilatih menciptakan atmosfer positif saat layanan berlangsung, namun juga menciptakan relasi emosional meski tidak bertatap muka. Banyak strategi yang bisa ditempuh. Salah satunya melalui ornamen permainan. Ada 5 teknik game dengan berbasis virtual yang bisa diciptakan; Rantai Nada yaitu permainan berbasis musikal yang cocok untuk  bimbingan pribadi dan sosial; Tebak kata dan Kalimatku yaitu permainan berbasis bahasa dan komunikasi yang sifatnya bimbingan pribadi, sosial atau karir; adapula Perhatikan Ceritaku yaitu permainan berbasis gerak dan permainan Story Telling, yakni permainan bertutur yang berguna melatih kemampuan retorika siswa. Penciptaan dinamika yang berhasil diharapkan mampu membawa layanan bimbingan kelompok menjadi layanan yang didambakan siswa.

 

Kegiatan pelatihan tersebut mendapat apresiasi dari Pengawas Dinas Pendidikan Kulon Progo, Titik Haryani, M.Pd. Menurutnya, pelatihan semacam ini bisa menjadi momentum Guru BK untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling. Pandemi tidak menjadi alasan Guru BK untuk menghentikan atau mengurangi layanan. Tapi justru menjadi tantangan bagi Guru BK sehingga layanan menjadi semakin bervariatif. Ia berharap Guru BK terus mengasah kemampuan individu sehingga mampu menjawab tantangan dan kebutuhan zaman yang semakin kompleks. (Henri Saputro, S.Pd_Guru BK SMP Negeri 2 Kalibawang Kulon Progo)