MERDEKA BELAJAR SD IT BUDI MULYO PROGRAM CHICKENISASI

            Chickenisasi  merupakan salah satu program unggulan SD IT Budi Mulyo, Sentolo. Program chickenisasi dilaksanakan guna menciptakan merdeka belajar bagi siswa. Menjadi salah satu program inovatif melalui model pembelajaran blended learning yang dirancang oleh bapak ibu guru SD IT Budi Mulyo selama pandemic covid 19.

 Chickenisasi diikuti oleh siswa SD IT Budi Mulyo mulai kelas 1 dampai dengan kelas 6.  Kegiatan tersebut bertujuan melatih rasa tanggung jawab siswa untuk merawat anak ayam hingga usia yang ditentukan, mengetahui proses pertumbuhan dan pemanfaatan ayam, memberikan edukasi tentang sumber protein melalui daging ayam, dan memberikan edukasi tentang ternak unggas. Selain itu di awal dan akhir kegiatan, siswa akan dilatih menumbuhkan jiwa enterpreuner melalui pemberian wadah bagi siswa yang berkenan untuk menjual ayam nya dan bekerjasama dengan penjual ayam.

            Program chickenisasi dilaksanakan mulai bulan Agustus – Oktober 2021 melalui 4 tahap yang dirancang oleh bapak ibu guru SD IT Budi Mulyo. Empat tahap tersebut adalah:

  1. Sosialisasi dan pemberian materi

Kegiatan Chickenisasi diawali dari tahapan sosialisasi dan pemberian materi kepada siswa serta orangtua. Sekolah bekerjasama dengan salah satu penggiat bisnis ayam di Kulon Progo untuk memberikan pemahaman tentang cara merawat ayam yang baik kepada siswa dan orangtua. Karena masih dalam masa pandemi covid 19, kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi zoom dan diikuti oleh siswa SD IT Budi Mulyo mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.

  1. Pembelian ayam dan pembuatan kendang ayam sederhana

Pada tahap kedua siswa diwajibkan untuk membeli ayam seharga Rp 7.000, 00 per ayam. Pembelian ayam difasilitasi sekolah melalui kerjasama dengan penjual ayam. Siswa wajib memberikan nama pada masing-masing ayam sebagai salah satu bentuk kegiatan menarik yang diberikan bagi siswa. Selanjutnya siswa betanggung jawab untuk membuat kendang ayam sederhana di rumah masing-masing.

  1. Pengamatan selama tiga bulan

Tahap ketiga yaitu melakukan pengamatan terhadap ayam, memberikan makan dan minum sesuai dengan materi yang telah diberikan di awal kegiatan. Setiap minggu, siswa memberikan laporan pengamatan kepada guru dengan format yang telah dirancnag oleh Ibu Nur Fitri Cahyati, S.Pd sebagai penanggung jawab kegiatan tahap ketiga.

  1. Dijual atau dimakan?

Tahap terakhir yang dilaksnakan pada bulan Oktober yaitu menentukan tindak lanjut pelaksanaan chickenisasi, yaitu digunakan sebagai bahan makanan atau dijual kepada pengepul ayam yang telah disediakan oleh sekolah. 

Chickenisasi berjalan dengan sangat baik. Di akhir kegiatan, banyak siswa yang memutuskan untuk menjadikan ayam sebagai bahan makanan serta kurang lebih 20 siswa memilih untuk dijual. Siswa membuat laporan berupa video, laporan pertumbuhan ayam, dan  mengisi data kesan pesan merawat ayam selama 3 bulan. Kegiatan cukup menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Orangtua beranggapan bahwa kegiatan tersebut bermanfaat untuk mengurangi anak bermain gadget serta melatih tanggung jawab siswa. Namun, dibalik kebermanfaatannya, banyak kendala yang dilalui oleh siswa maupun orangtua, salah satunya adalah lokasi rumah yang tidak memungkinkan untuk memelihara ayam sehingga memilih untuk menitipkan di tempat saudara. Selain itu banyak anak ayam yang dimakan kucing sehingga membuat siswa harus membeli ayam lagi dan merawat dari awal, oleh karena itu pertumbuhan ayam menjadi berbeda-beda. 

Kagiatan chickenisasi akan rutin dilaksanakan 1 kali dalam satu tahun dengan berbagai modifikasi yang akan dirancang oleh sekolah. Dengan adanya kegiatan tersebut, sekolah berharap dapat menciptakan siswa yang berkarakter, tangguh, dan memiliki jiwa wirausaha yang baik sesuai dengan perkembangan jaman. (Devy Fangestika, SDIT Budi Mulyo)