Guru BK Wujudkan Pembelajaran yang Berpihak Pada Murid

Guru Bimbingan dan Konseling tidak hanya mewujudkan layanan yang berbasis kebutuhan siswa. Namun juga memfasilitasi siswa sesuai dengan profil belajar, minat dan kesiapan belajar. Hal itu mengemuka dalam pelatihan bertajuk Karya Nyata Guru Penggerak Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) Angkatan 1 bidang Bimbingan dan Konseling yang digelar di Hotel Indoluxe Yogyakarta, pada Senin (15/11) hingga Kamis (18/11) lalu.

Pelatihan diadakan secara maraton selama 3 hari dan dibuka oleh  Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Pemuda Olah Raga Kulon Progo  Dra. Rr. Rohyatun Budi Respati.

Pelatihan tersebut difasilitasi oleh Pusat Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo dan diikuti sebanyak 70 Guru BK SMP se-Kulon Progo yang tergabung dalam Musyarawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kulon Progo.

Peserta dibagi dalam tiga kelas dan diampu oleh satu orang fasilitator. Kelas A dengan fasilitator Rr. Dyah Siwi, S.Pd, M.Psi, Kelas B  Rini Siswanti, S.Pd, M. Psi, dan kelas C oleh Budi Maheni, S.Pd, M.Psi.

Dalam pelatihan 4 hari tersebut, peserta mendapatkan materi yang dilengkapi dengan kewajiban ketugasan. Materi tersebut yakni; konsep filosofis pendidikan Ki Hajar Dewantara, pemetaan kebutuhan belajar siswa, Pembuatan Rencana Pelaksanaan Layanan yang berdiferensiasi, pemetaan keterampilan sosio emosional siswa, dan Pemetaan sumber daya sekolah (asset based thinking).

Kegiatan pelatihan ini ditutup pada Kamis (18/11) siang oleh Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kulon Progo, Bapak Burhanuddin, S.ST, MM.

Burhanuddin mengapresiasi spirit belajar Guru BK. Dedikasi para Guru yang tergabung dalam MGBK begitu nyata terlihat meski harus meninggalkan keluarga. Seorang guru memiliki tugas berat dengan mengorbankan tenaga, pikiran, dan ekonomi dengan segala kondisi dirinya secara ikhlas mendidik siswa.

Sementara itu, Pengawas Dinas Pendidikan Pemuda dan  Olahraga Kulon Progo, Titik Haryani, S.Pd, berharap pelatihan ini tidak terhenti pada tataran teoritis saja. Melainkan juga bermanfaat secara praktis dalam kapasitas Guru BK sebagai pendidik maupun sebagai bagian dari ekosistem organisasi sekolah.

Penulis: Henri Saputro, S.Pd

Guru Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 2 Kalibawang