Para Penggerak Hebat SDN Tayuban Antusias Kerja Bakti

SD Negeri Tayuban melaksanakan kerja bakti pembangunan mushala pada Senin, 3 Januari 2022. Sebelumnya mushala SD Negeri Tayuban memang telah dibangun, namun terhenti karena kekurangan biaya. Pembangunan itu baru dilanjutkan kembali setelah biaya terkumpul dari bantuan BAZNAS Kulon Progo senilai 20 juta rupiah dan dari sedekah orang tua/wali siswa, komite, alumni, masyarakat, balai desa setempat, maupun donator lainnya.

Warga sekolah telah menerapkan pembiasaan kerja sama dan kerja bakti untuk mewujudkan visi-misi sekolah. Pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepala sekolah ataupun guru, melainkan keluarga dan masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan istilah Tri Pusat Pendidikan yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sehingga cita-cita sekolah bukan lagi menjadi hal yang sulit untuk dicapai karena sinergitas dan pemberdayaan lingkungan keluarga dan masyarakat telah secara sadar terbangun.

Kerja bakti dilaksanakan oleh Kepala Sekolah, Guru, karyawan, orang tua/wali siswa, komite, masyarakat setempat, dan dibantu oleh komunitas GKPY (Generasi Kulon Progo Yogyakarta). Komunitas ini merupakan sebuah wadah untuk berkembang dan belajar bersama tentang sebuah persaudaraan, kepedulian sesama, serta saling tolong menolong. Hal tersebut sesuai dengan slogan GKPY yaitu “Nandur Srawung lan Tetulung” (menanam persaudaraan dan tolong menolong). SDN Tayuban telah membangun networking yang sangat baik dengan menggerakkan entitas pendidikan.

“Semoga persaudaraan, silaturahim, dan sikap saling tolong menolong ini dapat terus terjalin. Bapak/Ibu yang membantu sekolah ini, mendapat balasan yang jauh lebih baik dari Allah. Semoga mushala ini menjadi sumber keberkahan dalam proses pembelajaran SDN Tayuban,” kata Ibu Tutik Narsidah selaku Kepala Sekolah.

Sikap kebersamaan, kekompakan, dan semangat bahu membahu terlihat jelas dari raut wajah penggerak hebat SDN Tayuban. Teriknya matahari tidak menjadi sebuah halangan. Keringat yang menetes ialah bukti sebuah perjuangan. Pandemi covid 19 bisa disiasati dengan menjaga protokol kesehatan. Semoga para siswa yang melihat para orang tua, komite, dan masyarakat dalam kegiatan ini dapat memperoleh pembelajaran sikap saling tolong menolong antar sesama, kerja keras, pantang menyerah, tulus tanpa pamrih, dan menghargai sebuah perjuangan. Para siswa dapat meneladani sikap orang tuanya, sehingga suatu saat mereka sudah lulus dapat membantu sekolah baik melalui tenaga, pikiran, maupun materi.

Kerja bakti diakhiri dengan makan bersama. Hidangan yang tersaji ialah hasil racikan para Ibu, orang tua/wali siswa. Para pahlawan dapur ini sangat antusias bekerja sama membuatkan sajian untuk makan siang para penggerak hebat SDN Tayuban. Tak ingin tertinggal membantu sesama, salah satu orang tua yang memiliki balita juga turut serta membawa anaknya kerja bakti.

Para penggerak hebat beristirahat dan menyantap hidangan dengan lahap. Para Ibu pun tersenyum puas di belakang. Sungguh indah sekali pemandangan di SDN Tayuban. Lebih indah lagi kalau kamu turut serta dalam gerakan ini. Yuk sedekah. Kebaikanmu akan tercatat sebagai amal jariyah.

Oleh : Wahyu Widiyawati, S.Pd. (Konsultan Moral Technology  School)