Sepuluh SD/MI MT School Imbaskan program melalui Pelatihan Guru Kreatif

Kepala sekolah dan guru dampingan program Moral Technology School (MT School) tahun 2022 melakukan pengimbasan program dalam bentuk Pelatihan Guru Kreatif. Kepala Sekolah dan Guru tersebut yakni berasal dari sepuluh SD/MI kapanewon Temon dan Panjatan yakni SDN Panjatan, MI Muhammadiyah Garongan, SDN Pleret Lor, SDN 2 Kanoman, SDN Bojong Baru, SDN Kembangmalang, SDN Tayuban, SDN Gotakan, SD Muhammadiyah Kedundang, dan SDN Kaligintung. Kegiatan ini didukung oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dinas Dikpora) Kabupaten Kulon Progo, Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, dan BAZNAS Kulon Progo.

Kepala Dinas Dikpora kabupaten Kulon Progo Arif Prastowo, S.Sos, M.Si. memberikan sambutan sekaligus membuka acara Pelatihan Guru Kreatif. Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Kulon Progo  menyampaikan tentang guru “Agile” mengacu pada Undang-Undang Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 pasal 3 berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. “Guru pembelajar senantiasa berupaya kreatif dalam membimbing karakter siswa agar mengetahui dan memahami materi belajar dengan nilai-nilai karakter seperti kerjasama, gotong royong dan lainya,” sambut Kepala Dinas Dikpora.

Pelatihan Guru Kreatif ini merupakan pengimbasan empat materi dari beberapa materi pelatihan program MT School. Sasaran kegiatan ini untuk SD/MI di kapanewon Panjatan dan Temon sejumlah 48 guru. Empat materi yang disampaikan terpisah pada hari Kamis dan Jumat. Materi hari Kamis yaitu Fun Reading Activity (FRA) oleh Dyah Ayu Sulistyaningrum, S.Pd. (Guru Model SDN Bojong Baru) dan Fun Literacy Activity (FLA) oleh Titi Lestari, S.Pd. (Guru Model SDN Kembangmalang). Materi hari Jumat yaitu Media Pembelajaran oleh R. Ahmad Isnanto Nugroho. S.Pd.SD (Kepala Sekolah SDN Panjatan) dan Manajemen Kelas oleh Tumini, S.Pd. (Kepala Sekolah SDN Pleret Lor).

            Selanjutnya konsultan MT School Wahyu Widiyawati, S.Pd. memaparkan tujuan kegiatan ini agar sepuluh SD/MI berbagi pengetahuan dan keterampilan yang sudah diperoleh melalui program MT School. “Kepala sekolah dan guru model dapat melanjutkan program salah satunya dengan mengimbaskan kepada sekolah lainnya. Harapanya entitas Pendidikan dapat bersama-sama melakukan aksi untuk kemajuan pendidikan Kulon Progo,” ungkap Konsultan MT School.

            “Kami berupaya untuk melaksanakan kegiatan ini dengan semaksimal mungkin, semua bertugas dan bertanggungjawab sesuai kesepakatan bersama-sama dengan rasa senang. Semua untuk Pendidikan Kulon Progo dengan jargon: menyatu, menyatu luar biasa, menyatu, menyatu istimewa,” ujar Siti Nurhayati Kepala MI Muhammadiyah Garongan (panitia sekaligus moderator Pelatihan Guru Kreatif).

            Akhir kegiatan pelatihan salah satu pemateri menyampaikan harapan pada peserta agar dapat mempraktikan pelatihan guru kreatif. “Semoga sharing ilmu dan praktik hari ini  dapat Bapak/Ibu implementasikan di sekolah/madrasah masing-masing,” pungkas Dyah Ayu Sulistyaningrum, S.Pd. Hal tersebut seperti yang disampaikan Arif Prastowo, S.Sos., M.Si., “Silakan manfaatkan kesempatan ini (Pelatihan Guru Kreatif) sebagai ruang belajar. Pulang dari sini, Bapak/Ibu ceritakan pengalamannya ke rekan guru lain. Ciptakan perubahan sekecil apapun itu yang belum pernah Bapak/Ibu lakukan sebelumnya.”

 

Penulis : Siti Nurhayati

Inisial : sit