Meniti Jalan Menuju BRIDGE Partnerships Program

“Kita adalah bagian masyarakat global. Tidak ada batasan wilayah global. Kita bisa tahu keadaan dunia kapanpun di manapun. Dahulu kita kesulitan berkomunikasi. Kemudahan itu adalah karena adanya teknologi informasi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, Arif Prastowo, S. Sos., M.Si, dalam pengarahan dan motivasi yang diberikan kepada empat guru yang diseleksi dalam Program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia tahun 2022. Penilaian perserta Program BRIDGE ini diikuti oleh Esti Wulandari, S. Pd. Guru kelas VI B, Enny Feriyani, S. Pd. Guru kelas VI A, Bekti Widiasih, S. Pd. Guru kelas II A, dan Tri Widiastuti, S. Pd. Guru kelas III B, pada hari Kamis, tanggal 9 Juni 2022 di SD Negeri Brosot.

Program ini diikuti keempat guru SD Negeri Brosot, Galur dengan tujuan untuk mengembangkan potensi guru, menimba ilmu dan budaya di Australia, terutama dalam pendidikan, serta ingin mengembangkan dan menginformasikan budaya yang ada di SDN Brosot agar dikenal di Australia, antara lain budaya mutu dan pendidikan karakter. Karena SD Negeri Brosot merupakan piloting sekolah yang mengimplementasikan Pendidikan Karakter di Kulon Progo.

Perwakilan dari BRIDGE Partnerships Progam diwakili oleh Ramaalia Rubbiani dan Khalif Rahma Riesty Fauzy Kepala Sekolah SMP Progresive Bumi Shalawat Sidoarjo, Jawa Timur sebagai guru yang dari sekolah yang masih aktif menjalin kemitraan dengan Australia. Penilaian meliputi, motivasi dan dukungan dari Komite Sekolah, dari Kepala Sekolah, dari guru yang bersangkutan, serta tes kemampuan berbahasa Inggris.

Program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia bertujuan untuk: membentuk kemitraan sekolah yang berkelanjutan dan komunitas pelajar internasional, mendukung para peserta didik untuk berkolaborasi dalam sebuah proyek, membangun kompetensi global dan membangun persahabatan jangka panjang dengan rekan-rekan mitra di Australia, membangun kemampuan para guru untuk mengembangkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik, mendukung para guru untuk mengeksplorasi praktek pembelajaran baru dan penggunaan teknologi untuk menghubungkan pembelajaran di kelas dengan dunia, dan mendukung hubungan antar individu antara Australia dan Indonesia. (Suharman)