Semarak, Studi Banding K3S Loajanan ke SDN Brosot

Semua peserta studi banding dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Loajanan Kabupaten Kutaikartanegara, Propinsi Kalimantan Timur terkesima oleh sambutan dari anak-anak dan bapak ibu guru karyawan SD Negeri Brosot sejak dari pintu gerbang sekolah. Lagu selamat datang oleh anak-anak menyapa para tamu. Dengan gemulai lambaian tangan dari para tamu dan anak-anak serta tebaran senyum menghampiri saling menyambut. Gegembiraan para tamu berlanjut ketika anak-anak unjuk kebolehan dengan permainan tradisional gobag sodor, egrang bathok, dakon/congklak, dan sundah mandah/engklek. Sambutan selamat datang diakhiri dengan melaksanakan senam angguk bersama-sama warga sekolah dan para tamu, pada hari Kamis, 16 Juni 2022. 

Pengalaman ini merupakan kali pertama ditemui, unik, diikuti bersama oleh rombongan K3S Kecamatan Loajanan. Ikut dalam rombongan tersebut, Komisi 1 DPRD Kutaikartanegara Johansyah, SE, M.Si, Sekretaris Dinas Pendidikan Hj. Maria Ester SE, MM, Kasi Kurikulum Rosita Titik Lestari, M. Si, Kasubag Umum Haspian Nur, SE, Ka UPT LK Loa janan Askar, S. Pd. MM, Pengawas Sekolah, pensiunan Pengawas Sekoah, Kepala Sekolah, Pensiunan Kepala Sekolah, dan Guru.

Dalam pidatonya Sekretaris Dinas pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara Hj. Maria Ester, SE. M.Si menyanpaikan, “Sebagai sekolah-sekolah di Calon Ibu Kota Negara (IKN) kami berlomba-lomba untuk meningkatkan mutu. Budaya mutu yang ada di SDN Brosot sebagai juara 3 nasional akan diimplementasikan di sana. Permainan tradisional ini menggugah kami untuk juga melestarikan permainan tradisional di daerah kami dan melaksanakan di sekolah-sekolah di sana”.

Tari angguk trengginas dan pantomim dari kegiatan ekstrakurikuler tampil disela-sela acara sehingga mejadikan suasana semakin menarik dan terkesan santai. Semua hidangan ditampilkan nuansa tradisional, tempe benguk, wedang uwuh, cendol dawet, emping, lemper, dll. Budaya mutu sekolah yang meraih juara III nasional tahun 2016 dan juara III tingkat propinsi tahun 2017 dipaparkan oleh Sudariyah, S. Pd. Mantan Kepala Sekolah SDN Brosot waktu itu, yang sekarang menjadi Kepala Sekolah SD Negeri 1 Pandowan.

Pemaparan meliputi lima budaya mutu yaitu: pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, manajemen sekolah, perpustakaan, dan UKS. Setiap mutu terdiri dari visi dan misi. Program makro, program mikro, dan rencana pengembangan sekolah. Setiap program dibuat matrikulasi terdiri: nomor, nama progam, tujuan, indikator ketercapaian, penanggung jawab, strategi pelaksanaan, dan jadwal pelaksanaan.

Kepala Bidang SD, Bambang Sidi Rahmanto, SE, dalam sambutan selamat datang mengenalkan gebleg renteng makanan tradisional yang sudah diadopsi menjadi pakaian resmi sekolah dan instansi di Kulon Progo, wedang uwuh, serta bandara YIA yang menjadi ikon Kabupaten Kulon Progo dengan skala internasional. Sedangkan Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Kulon Progo Muhtarom Asrori, SH, memaparkan Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta sehingga ada nama-nama yang berbeda di Yogyakarta, seperti, Kalurahan, Kapanewon, Kunda Kabudayan dll. Kulon progo memiliki kekhasan dari pada kabupaten lainnya yaitu adanya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 18 Tahun 2015 tentang Pendidikan Karakter, antara lain anak lulusan SD sederajat bisa membaca Al Quran bagi siswa yang beragama Islam dan juga pada anak lain sesuai dengan agamanya masing-masing.

Kunjungan ini semoga tidak hanya berhenti pada hari ini saja, namun bisa berlanjut dengan media sosial, internet dll. Intinya saat ini rombongan K3S tolabul ilmi di SD Negeri Brosot untu memajukan sekolah di Kutaikartanegara. Untuk mempererat tali silaturahmi kedua belah pihak saling bertukar cendera mata dari kekhasan daerah masing-masing. Dipenghujung kunjungan spontanitas ada karaoke bersama sehingga nuansa keakraban sangat kental.  (Suharman).