Giat Kunjung Museum SD Negeri 2 Sentolo

Giat  Wajib Kunjung Museum SD Negeri 2 Sentolo

Kulon Progo Kulon Progo  (SD Negeri 2 Sentolo).  Dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan siswa, SD Negeri 2 Sentolo memprogramkan Kegiatan Wajib Kunjung Museum (WKM). Wajib Kunjung Museum merupakan bentuk peran dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuannya untuk menjadikan museum sebagai salah satu pusat pembelajaran, pengkajian, pendidikan, kesenangan, dan rekreasi bagi pelajar, organisasi, serta masyarakat, di Daerah Istimewa Yogyakarta, di luar lingkungan sekolah.

Pelaksanaan WKM SD Negeri 2 Sentolo merupakan fasilitas dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta karena telah melaksanakan Gelar Potensi Museum (GPM), pada tanggal 7-10 Agustus tahun 2019. Kegiatan ini tertunda dikarenakan terjadinya Pandemi Covid 19, selama 2 tahun lebih, hingga datangnya informasi dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta, tertanggal 19 Juli 2022.

  ”Selamat pagi Bu/Pak. Kami dari Dinas Kebudayaan DIY. Sebelumnya SD Negeri 2 Sentolo mengikuti Gelar Potensi Museum (GPM) 2019 dan akan diberangkatkan WKM pada tahun 2020, tetapi karena pandemi maka batal berangkat. Apakah dalam waktu dekat bisa kami berangkatkan kembali Bu/Pak dengan jumlah peserta 72 orang dan kami fasilitasi berupa bus WKM dan tiket museum?” kata Rahma admin  WKM.  ”Jika setuju, dipersilakan, bisa konfirmasi kembali” lanjut Rahma.

Berdasarkan informasi di atas, kepala sekolah SD Negeri 2 Sentolo (Juniarti Siti DMS), bermusyawarah dengan pihak sekolah (guru, karyawan) dan pengurus Paguyuban Orang Tua (POT). Hasil musyawarah disetujui museum yang akan dikunjungi adalah Museum Yogja Kembali, dan Museum Diponegoro. Pemilihan museum berdasarkan jarak tempuh, serta menghindari kemacetan lalu lintas selama perjalanan. Sedangkan konsumsi antara lain makanan dan minuman diusahakan oleh anggota dan pengurus paguyuban kelas V, dan VI. Setelah disepakti kepala sekolah menyusun pengajuan proposal dibantu Gadang Wahyu Trijoko, Hanifah Yuliani, dan Septi Risharsiwi.

Kegiatan WKM SD Negeri 2 Sentolo dilaksanakan pada Hari Selasa, 26 Juli 2022. Tempat tujuan kunjungan museum adalah ke Museum Yogja Kembali  dan Museum Diponegoro dengan 72 peserta   terdiri dari siswa kelas IV (3 siswa), V (27 siswa), dan VI (30 siswa) total jumlah 60 siswa, serta guru karyawan sejumlah 12 orang. Pada pukul 09.00 dijemput bus Dinas Kebudayaan 3 armada dengan masing-masing bus berjumlah 24 orang terdiri dari siswa guru, pendamping dari Dinas Kebudayaan masing-masing berjumlah 3 orang.

Sebelum berangkat kepala sekolah menyampaikan pesan dan persyaratan yang harus dipenuhi peserta diantaranya: peserta dalam kondisi sehat dan selalu menerapkan protokol kesehatan saat mengikuti WKM, peserta berpakaian  sopan, rapi, wajib menggunakan masker selama mengikuti WKM, menyerahkan daftar hadir saat bus WKM tiba di sekolah. Selanjutnya dilakukan doa bersama dipimpin oleh Rini Handayani.

 

Dalam pelaksanaannya, siswa begitu terkesan, antusisas dan sangat menikmati kegiatan pembelajaran di museum, begitu juga dengan para guru, dan karyawan. Kegiatan WKM juga untuk variasi pembelajaran yang bertujuan melihat secara langsung, sejarah perjuangan para pahlawan, serta engetahui bentuk museum, diorama, peralatan, foto, dan gambar yang ada didalamnya.

 

Sambutan Petugas Museum Monjali dan Museum Diponegoro sangat sabar, koopertif, dan menginspirasi. Khususnya para Pemandu Wisata dalam memberikan pendampingan, petunjuk, dan penjelasan, dari satu ruangan/peristiwa ke ruangan/peristiwa lainnya. Pada saat Pemandu Wisata Monjali menyampaikan pengarahan, sambil berjalan menyusuri ruang demi ruang. Siswa begitu antusias memperhatikan, mendengarkan dan mencatat hal-hal yang penting, Begitupun dengan Pemandu Wisata dari Museum Diponegoro.

Sebagai bentuk kegiatan Literasi Museum bagi siswa, siswa dibekali dengan lembar kerja. Lembar kerja ini menjadi panduan siswa dalam bertanya maupun menuliskan laporan kegiatan kunjung museum. Siswa lebih jelas dan mengerti sejarah perjuangan pahlawan, bukti nyata perjuangan pahlawan, serta napak tilas jejak perjuangan pahlawan. Bagi guru juga  untuk menambah ilmu dan wawasan, apalagi yang baru mengetahui secara langsung tentang peninggalan Monjali (berkaitan Serangan Umum 1 Maret 1949) maupun sejarah Pangeran Diponegoro. Kegiatan WKM sangat bagus dan bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan bagi guru maupun siswa. Mengenal lebih nyata tentang sejarah perjuangan pahlawan baik  dari segi alat untuk berperang ataupun bagaimana cara pahlawan dahulu berjuang. Dengan begitu siswa dan guru betul - betul  dapat mengenang secara nyata,  selalu teringat, lebih mengesan, serta meneladani sifat-sifatnya.

Kata Budiyati guru kelas II, ”Alangkah baiknya kalau WKM juga diprogramkan untuk kelas bawah juga.. Anak-anak akan lebih mengenal dan memberikan semangat belajar dengan  pengalaman kisah nyata dan bukti nyata perjuangan para pahlawan.”

”Semoga di lain kesempatan dapat diagendakan. Minimal pengalaman guru dapat dapat disampaikan kepada siswanya yang tidak mengikuti WKM,” jawab Juniarti Siti DMS

”Atas nama keluarga besar SD Negeri 2 Sentolo, kami menghaturkan terima kasih, kepada Tim WKM Dinas Kebudayaan DIY, atas fasilitas yang diberikan kepada sekolah kami. Semoga menjadi amal sholeh kita semua, ilmu yang diberikan bermanfaat untuk para siswa dan guru.,” kata Juniarti kepada Rahma, Tim WKM.

”Kami atas nama Dinas Kebudayaan DIY mengucapkan terima kasih atas partisipasi keluarga besar SD Negeri 2 Sentolo yang telah mengikuti kegiatan WKM, harapannya semoga kegiatan ini memberikan ilmu baru untuk adik-adik serta mengenal museum-museum  di Jogja. Saya dan kru WKM mohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyampaian atau melayani sekolah SD Negeri 2 Sentolo serta apabila tutur kata yang tidak berkenan di hati keluarga besar SD Negeri 2 Sentolo mohon dimaafkan. Semoga kedepannya bisa berpartisipasi kembali.” balas Rahma admin dari WKM.

”Alhamdulillahirabbil'alamiin.”  ucap Kepala Sekolah sebagai rasa syukur atas pelaksanaan WKM. Kegiatan WKM sebagai bentuk perwujudan literasi museum ini dapat dikembangkan oleh para guru di sekolah sehingga semangat siswa untuk belajar semakin meningkat. (Juniarti Siti DMS)

#Tetap jaga prokes

#PTM 100% sukses