GEN KIHAJAR SD NEGERI GEMBONGAN, SIAP BERSAING DI TAHAP INTERMEDIATE

Kihajar STEM merupakan wadah eksplorasi untuk peserta didik pada satuan pendidikan SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, & SMK/MAK, untuk berfikir kritis, kreatif, dan mampu berkolaborasi dan berkomunikasi dalam mengembangkan project berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) melalui pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi.

Pada tahun 2022 ini SD Negeri Gembongan, mengikuti ajang kompetisi Ki Hajar STEM yang dilaksanakan oleh Kemendikbudristek. Pada kesempatan ini SD Negeri Gembongan mengikutsertakan 3 tim. Tim pertama dengan guru pembimbing Nur Trianingsih, S.Pd, M.Pd dengan anggota tim Revan Dwi Ramadhani (kelas 6), Lingga Rooij (kelas 4), dan Aditya Pratama (kelas 5). Tim kedua dengan guru pembimbing ibu Lina Puspitaning Rahayu, S.Pd dengan anggota Qurratu’aini Annuryakin (kelas 6), Fitriyani Nurul Azizah (kelas 5) dan Zafira Pawitama (kelas 4). Tim 3 dengan bimbingan ibu Devi Seftiana, S.Pd dengan anggota Faiz Abdullatif (kelas 5), Nilam Sasyasira (kelas 4) dan Khanza Assyifa Lovelita (kelas 5).

            Untuk menyambut kegiatan tersebut kami pembimbing secara kolaboratif melakukan bimbimbing kepada anggota tim pada jam ekstrakurikuler. Pembimbingan dilakukan dengan memberikan materi yang berkaitan dengan STEM. Para pembimbing merupakan alumni dari kegiatan STEM yang dilaksanakan oleh berbagai pihak ibu Lina Puspitaning Rahayu pernah mengikuti diklat STEM “Joyful Learning in Mathematics Education for Primary School Mathematics Teachers” dari SEAMEO QITEP in Mathematics pada tahun 2022, ibu Nur Trianingsih juga merupakan salah satu partisipan dalam kegiatan “STEM as Innovation in Mathematics Learning” dari SEAMEO pada tahun 2021.

Selain mendapatkan materi anggota tim juga mengerjakan Latihan soal dari aplikasi Rumah Belajar, melalui STEM Kihajar. Setiap tim mengerjakan soal dari aplikasi yang berjumlah 20 soal dengan alokasi waktu 90 menit. Setiap tim bekerjasama untuk menjawab soal dengan benar. Dalam aplikasi ini disediakan 2 paket soal latihan yang dapat diakses melalui 3 device (perangkat) yang berbeda sehingga setiap anak dapat melakukan latihan di rumah masing-masing.

Pendaftaran Kihajar STEM dapat dilakukan melalui berbagai metode yaitu dengan akun belajar.id, NISN maupun dengan non NISN. Kihajar STEM dapat diikuti oleh siswa kelas 4,5,6 untuk jenjang Sekolah Dasar. Tahapan dari pelaksanaan kompetisi ini melalui tiga tahap yaitu, tahap basic, tahap intermediate dan final. 

Tahap basic sudah dilaksanakan pada hari minggu tanggal 31 Juli 2022 pukul 13.00-14.30. Siswa-siswi SD N Gembongan mengerjakan soal-soal dengan perangkat yang telah disediakan oleh sekolah. Anak-anak saling berdiskusi dan bekerja sama dalam mengerjakan soal-soal. Anak-anak saling bertukar pikiran sehingga menemukan jawaban yang tepat dari setiap soal.

Pada tahap basic ini tim dari SD Negeri Gembongan mendapatkan hasil yang menggembirakan. Ada 2 tim yang berhasil masuk 20 besar provinsi. Dua puluh tim terbaik tingkat provinsi akan bertanding kembali pada tahap intermediate pada tanggal 14 Agustus 2022. Mohon doa restu dan dukungan bapak ibu semua.

Setelah mengikuti tahap basic, Ibu Kepala Sekolah SD N Gembongan, Ibu Murjiyem, S.Pd. memberikan arahan kepada para guru pembimbing untuk dapat lebih semangat dalam membimbing, mendampingi, dan membersamai anak-anak selama kompetisi Kihajar STEM ini. Pembimbingan dapat dilakukan lebih intensif dan lebih bermakna. Tidak selalu hasil yang utama namun proses juga memegang peranan penting. Ibu kepala sekolah sangat berharap agar anak-anak dapat berjuang semaksimal mungkin pada tahap intermediate nanti sehingga dapat melaju menuju final.

Setiap permasalahan yang rumit pasti memiliki solusi. STEM adalah salah satu cara menyederhanakan masalah dan menemukan solusi dari permasalahan yang ada di lingkungan sekitar siswa. Dengan adanya kompetisi Kihajar STEM ini diharapkan siswa-siswi SD N Gembongan dapat berpikir kritis, kreatif, dan mampu berkolaborasi dengan rekan-rekannya. Orang yang hebat adalah orang yang dapat berguna bagi sesamanya. Diharapkan anak-anak dapat menjadi Gen Kihajar yang dapat menjadi seorang problem solver bukan problem maker. (Nur Trianingsih dan Lina Puspitaning)