Workshop Pendidikan dan Pemaparan Seleksi Sekolah Penerima Manfaat Moral Technology School

Selasa (15/11/2022), Moral Technology School (MT School) mengadakan Workshop Pendidikan dan Pemaparan Seleksi Sekolah Penerima Manfaat 2023. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 2 Nanggulan, Kulon Progo. Kepala Sekolah (Kepsek) dan Kepala Madrasah (Kamad) Kapanewon Nanggulan dan Girimulyo menjadi peserta undangan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Arif Prastowo, S.Sos., M.Si. (Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulon Progo), Dian Putera Karana, S.Pd., M.Pd. (Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga), Suyata (Analis Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan pada Sekretariat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga), Siwi Sugiharti Retnaningsih, S.Pd. (Pengawas SD Kapanewon Nanggulan), Rusmiyati, M.Pd. (Pengawas SD Kapanewon Girimulyo), R. Isnanto Nugraha, S.Pd.SD (Kepala Sekolah SDN Panjatan, dan Muh. Sahid, S.PdI (Kepala Sekolah SDN Kaligintung)

MT School merupakan program peningkatan performa sekolah dan pendidik yang berfokus pada pendekatan moral dan digital. Program ini didukung oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, BAZNAS Kulon Progo, dan Kantor Kemenag Kulon Progo sejak tahun 2020 sampai sekarang. 10 SD/MI di Kapanewon Panjatan dan Temon telah menjadi sasaran program tahun 2020-2022. Tahun 2023 rencananya MT School akan meluaskan kebermanfaatan program di Kapanewon Nanggulan dan Girimulyo.

Workshop Pendidikan ini diharapkan dapat membantu Kepsek/Kamad melihat distrupsi dalam diri sendiri maupun sekolah masing-masing, sehingga mampu merancang strategi keunggulan sekolah. Distrupsi merupakan ancaman dan gangguan. Distrupsi selalu muncul dalam setiap zaman. Sebagai pendidik kita wajib beradaptasi dengan segala distrupsi atau perubahan itu. Tahun lalu kita telah beradaptasi dengan distrupsi pandemi covid-19. Tahun ini kita menghadapi distrupsi karakter pasca pandemi covid 19 dan berikutnya pasti akan distrupsi lain lagi yang bisa jadi jauh lebih berat dari tahun ini.

Distrupsi rasanya membuat kita tidak nyaman, namun ketidaknyamanan itu akan menempa diri menjadi pribadi yang hebat. Hal tersebut sejalan dengan yang disampaikan oleh Arif Prastowo, S.Sos., M.Si., “Distrupsi itu harus diciptakan agar sekolah menjadi instansi pendidikan yang berkembang. Rasakan distrupsi di sekolah masing-masing dengan jujur, lalu munculkan ide dan solusi.” Seperti pisau yang diasah semakin tajam dan dapat digunakan sebagaimana fungsinya dengan baik. Penting bagi pemimpin sekolah memiliki jiwa kuat, kreatif, inovatif, tanggung jawab, integritas, dll. Kepemimpinan itu tentu perlu ditempa dengan tantangan, gangguan, ancaman (distrupsi).

MT School telah berupaya melakukan pendampingan untuk sekolah dan pendidik agar senantiasa bersahabat dengan distrupsi, sehingga mampu berkolaborasi memunculkan solusi bersama stakeholder setempat. Pendampingan dalam bentuk pelatihan, implementasi program sekolah, membangun kolaborasi Tri Pusat Pendidikan, mewujudkan guru trainer, dan pengembangan lainnya. Pendampingan tersebut akan dirasakan kembali oleh SD/MI di Kapanewon Nanggulan dan Girimulyo. Adapun alur pemilihan sekolah melalui berbagai seleksi.

Putri Ria Utami, S.KPm. (Konsultan MT School) sebagai pemateri memaparkan bahwa Seleksi Sekolah Penerima Manfaat melalui dua tahap yaitu pertama seleksi administrasi  dan kedua seleksi kunjungan sekolah hingga Focus Grup Discussion (FGD). Sekolah dapat mendaftar dan mendownload formulir pendaftaran melalui  http://bit.ly/SSPMMTSchool2023. Formulir yang telah terisi dikumpulkan pada bagian Perencanaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulon Progo paling lambat 25 November 2022.

Kepala Sekolah SDN Panjatan dan SDN Kaligintung turut memberikan testimoni program MT School 2022. Ada banyak pelatihan yang kami ikuti dan itu menambah wawasan serta keterampilan kami. “Jadwal pelatihan pun dibuat sesuai kesepakatan dan fleksibel, jadi mudah mengaturnya. Kita tetap bisa mengikuti tugas kedinasan dan program MT School,” kata R. Isnanto Nugroho. Muh. Sahid juga turut berbagi implementasi program MT School yang sudah dijalankan di sekolahnya. Implementasi tersebut diantaranya mencakup lingkup kepemimpinan sekolah, sistem pembelajaran, dan budaya sekolah. Hal yang paling berkesan baginya ialah ketika menyusun tata nilai sekolah hingga memunculkan jargon CETAR (Cerdas, Empati, Terampil, Agamis, dan Rajin serta Rapot Tata Nilai (karakter siswa). way

Oleh : Wahyu Widiyawati, S.Pd. (Konsultan MT School)