FILM KARYA ANAK KOKAP TAYANG DI BIOSKOP

FILM KARYA ANAK KOKAP  TAYANG DI BIOSKOP

Bioskop merupakan suatu hal asing dan tidak familiar dikalangan siswa SD Negeri Kokap. Film merupakan salah satu media belajar yang banyak diminati dan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa khususnya siswa kelas 5 SD Negeri Kokap. Berdasarkan hal tersebut siswa kelas 5 SD Negeri Kokap sepakat untuk melaksanakan kegiatan Produksi Film dan menayangkannya dalam bioskop mini sekolah. 

Bulan Mei, merupakan bulan yang tepat dijadikan momentum guru untuk memberikan kesempatan siswa meneladani semangat perjuangan pahlawan. Siswa kelas 5 SD Negeri Kokap memperingati Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2024 dengan cara yang berbeda. Siswa mengenang jasa Bapak Pendidikan Indonesia melalui kegiatan Projek  Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yaitu kegiatan “PRODUKSI FILM KI HAJAR DEWANTARA”. Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang diangkat adalah Bangunlah Jiwa dan Raganya pada fase C kelas 5.

Kegiatan P5 Produksi Film Ki Hajar Dewantara dilaksanakan melalui berbagai tahap mulai dari bedah biografi Ki Hajar Dewantara hingga dekorasi bioskop mini di sekolah. Berikut adalah tahapan kegiatan P5 yang dilaksanakan.

   

  1. Bedah Biografi Ki Hajar Dewantara (TAHAP PENGENALAN)

Siswa Kelas 5 bersama-sama mencari sumber belajar dan bahan bacaan yang berkaitan dengan Bapak Pendidikan Indonesia. Bedah Biografi digunakan sebagai bahan dalam pembuatan mini story board serta naskah film yang akan diproduksi. Salah satu bahan bacaan yang digunakan siswa adalah bahan bacaan buku elektronik serta konten dari salah satu youtuber.           

  1. Pembentukan crew produksi film (TAHAP KONTEKSTUALISASI)

Siswa berdiskusi tentang pembagian crew produksi film sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing. Sela mendapatkan tugas sebagai Pimpinan Produksi, Bela bertugas sebagai Tim Naskah, Felix Nathan bertugas sebagai sutradara, Angel dan Dela bertugas sebagai Tim Artistik, Rafka bertugas sebagai Tim Properti, Rifki bertugas sebagai Tim Kreatif, dan Lintang bertugas sebagai kameramen. Selain bertugas sebagai crew produksi, siswa kelas 5 juga mendapatkan kesempatan untuk berperan sebagai talent film. Rafka berperan sebagai Ki Hajar Dewantara, Rifki sebagai Douwes Dekker, Felix Nathan sebagai dr. Tjipto Mangoenkoesoema, Lintang dan Dela sebagai kolonial Belanda, Sela dan Bela sebagai Rakyat Indonesia, serta Angel berperan sebagai rakyat Belanda. 

  1. Pembuatan MINI STORY BOARD

Mini story board adalah sketsa desain film yang digambar secara manual untuk memudahkan dalam pembuatan film, baik proses take video maupun dalam proses editing.

  1. Pembuatan NASKAH FILM

Naskah film dirancang berdasarkan diskusi siswa yang didapat dari kegiatan bedah biografi Ki Hajar Dewantara. Naskah film berisi judul film, tokoh pemeran film, narasi, serta keterangan scene 1 - 10. Siswa memahami Teknik dan cara penyusunan naskah film melalui internet khususnya google dan youtube.

  1. Pelaksanaan Job Desk Crew Produksi Film

Sela mendapatkan tugas sebagai Pimpinan Produksi. Pimpinan produksi bertanggung jawab atas semua crew. Mulai dari pembuatan matrik tanggal pelaksanaan pembuatan film, editing, dan penentuan tanggal dalam menayangkan film. Bela bertugas sebagai Tim Naskah. Felix Nathan bertugas sebagai sutradara, berperan penuh dalam melaksanakan take video. Memastikan video yang diambil telah sesuai dengan naskah dan story board. Angel dan Dela bertugas sebagai Tim Artistik. Tim Artistik bertanggun jawab dalam menentukan kostum dan makeup pemain film. Rafka bertugas sebagai Tim Properti, yang bertanggung jawab dalam menentukan property yang dibutuhkan dan menyediakan semua kebutuhan film. Property yang digunakan adalah meja, kursi, senapan kayu, mesin ketik, ruangan UKS, tripod, buku tulis, dan lain-lain. Rifki bertugas sebagai Tim Kreatif, yang bertanggung jawab dalam menentukan dekorasi bioskop mini. Dan yang terakhir, Lintang bertugas sebagai cameramen. Mengoperasikan kamera handphone untuk melakukan take video berkolaborasi dengan sutradara dan tim talent.

  1. Take Video (TAHAP AKSI)

Setelah semua persiapan selesai, kegiatan selanjutnya adalah take video berdasarkan matrik tanggal yang telah disepakati. Take video dilaksanakan di area sekolah mulai dari dalam kelas, halaman sekolah, area kantin, area UKS, dan area belakang sekolah yang disetting menyerupai tempat bersejarah.

  1. Editing

Editing dilaksanakan oleh guru dan siswa. Guru bertugas menyediakan laptop, menyediakan aplikasi editing, serta memberikan gambaran secara umum kepada siswa cara edit video yang sederhana. Siswa melakukan editing film berpedoman pada story board dan naskah yang telah digunakan sebelumnya. Editing film dilaksanakan melalui aplikasi filmora.

  1. BIOSKOP MINI (TAHAP EVALUASI DAN REFLEKSI)

Tahapan terakhir yang dilakukan adalah tahap evaluasi dan refleksi melalui kegiatan mendekorasi kelas menjadi bioskop mini. Sebelumnya, siswa diberi kesempatan untuk mengamati video tentang room tour area bioskop melalui aplikasi youtube agar memiliki gambaran kondisi bioskop yang sebenarnnya. Rifki sebagai penanggung jawab dekorasi kelas menyiapkan layout atau denah, mulai dari lokasi tiket box, lokasi booth pop corn, lokasi booth minuman, penukaran tiket, pintu masuk bioskop, tempat duduk, dan lokasi layar. Area kelas ditutup menggunakan kain hitam dan kain putih sebagai layar utamanya. Berdasarkan kesepakatan, pengunjung wajib menukarkan makanan atau jajanan seikhlasnya untuk mendapatkan tiket masuk bioskop. Setelah mendapatkan tiket masuk, pengunjung diarahkan menuju karpet merah yang telah disetting menuju ke booth pop corn dan minuman gratis. Setelah mengambil pop corn, pengunjung diarahkan menuju lokasi pameran karya kelas 5 yang berisi pajangan foto pemeran film, kisah dan kata mutiara Ki Hajar Dewantara, Sinopsis film, dan lain-lain. Selanjutnya akan diarahkan untuk check ticket oleh Rafka dan Felix memastikan pengunjung yang masuk adalah pengunjung yang telah memiliki tiket. Sela dan Bela bertugas mengantarkan pengunjung untuk menentukan tempat duduk. Film dimulai setelah semua pengunjung masuk dan diawali dengan pembukaan yang dipimpin oleh Sela Bela. Pengunjung bioskop terdiri dari kelas 1, 2, 3, 4, 6, serta bapak ibu guru SD Negeri Kokap.

Kegiatan Bioskop Mini bertujuan sebagai kegiatan tindak lanjut dari projek pembuatan FILM PAHLAWANKU. Siswa kelas 5 mendapatkan pengalaman bagaimana karyanya disaksikan oleh banyak pengunjung, dinilai oleh pengunjung, dan mendapatkan evaluasi maupun refleksi dari beberapa pengunjung. Selain itu, Projek Film dan Bioskop Mini bertujuan untuk mengenalkan perjuangan para Pahlawan Nasional Indonesia serta meneladani jiwa kepahlawanan bagi seluruh siswa SD Negeri Kokap. Dengan adanya kegiatan bioskop mini, diharapkan siswa memiliki wawasan yang luas terkait Sejarah yang terjadi serta dapat meneladani jiwa kepahlawanannya, mulai dari semangat perjuangan, sifat pantang menyerah, bertanggung jawab, dan mandiri.

 (Hasil film dan video pelaksanaan projek bisa dilihat melalui

Youtube : PAHLAWANKU

Instagram: @devyfangestika